Top Ad unit 728 × 90

WISATA TERPOPULER JOGJA YANG WAJIB DI KUNJUNGI

1. KEBUN TEH NGINGGO


Mengunjungi perkebunan teh tidak harus jauh-jauh ke Lembang Bandung Jawa Barat. Untuk mendapatkan suasana udara segar serta dingin cukup mengunjungi Kebun Teh Nglinggo yang berlokasi di Desa Ngargosari dan Desa Pagerharjo Kecamatan Samigaluh Kulon Progo, Yogyakarta. Walaupun tidak seluas perkebunan yang berada di tempat lainnya, keindahan kebuh teh di kedua desa tersebut tidak perlu diragukan lagi.

Sesampainya di Kebun Teh Nglinggo, pemandangan indah hamparan kebun teh tersaji di depan mata. Disinilah pentingnya membawa alat dokumentasi untuk mengabadikan keindahan di tempat ini. Suasana yang ada akan terasa damai dan sunyi. Berada di antara pohon teh menambah rasa sejuk dan nyaman.

Selain keindahan pemandangan di Kebun Teh Nglinggo, wisatawan dapat merasakan keramahtamahan para penduduk yang terlibat di perkebunan ini. Mereka adalah petani yang ada di perkebunan teh ini, tak segan-segan mereka mengajari kita bagaimana cara memetik teh dengan baik dan benar, bahkan tanpa segan-segan mereka mengajak pengunjung untuk melihat pengolahan teh serta menawarkannya teh kepada pengunjung untuk menyeruputnya.

2. WATU LAWANG MAGUNAN



Mangunan merupakan salah satu kawasan wisata di Bantul yang memiliki beberapa spot wisata yang sayang kalau dilewatkan.

Mulai dari kebun buah mangunan, hutan pinus, bukit panguk, bukit mojo, dan sekarang yang belum lama opening adalah Watu Lawang.

Watu lawang merupakan spot wisata yang masih berada satu lokasi dengan Kebun Buah Mangunan. Watu Lawang sendiri diambil dari kata lawing yang artinya pintu dalam bahasa Indonesia. Ini karena, puncak bukit yang terbelah sehingga terlihat seperti pintu.

Obyek wisata Watu Lawang berada di sebelah barat kebun buah mangunan. Watu Lawang terkenal dengan pemandangan area persawahan Desa Wisata Kedungmiri dan jembatan gantung imogiri sebagai latar belakangnya. Karena itu tidak heran, beberapa warga bantul sudah mengetahui spot wisata ini.

Untuk mencapai spot watu lawang, pengunjung harus berjalan menelusuri anak tangga dan jalan setapak yang berada di pinggiran tebing. Kawasan watu lawang ditandai dengan bongkahan batu besar, dan setelah itu sampailah pada jembatan watu lawang yang mengarah ke tepi jurang yang menjadi daya tarik utama wisata ini.

Konon dulunya watu lawang merupakan gunung purba yang terbentuk dalam proses pembentukan Kali Oya. Sama seperti Gunung Purba Nglanggeran, Bukit Watu Lawang terbentuk dari bongkahan-bongkahan batu purba. Puncaknya terlihat seperti terbelah dua ujung lancip yang ditumbuhi pepohonan dan semak-semak. Bukit ini tidak bisa didaki dari lereng bukit karena kemiringan yang tajam. Sehingga sampai saat ini, akses menuju watu lawang hanya dari Desa Mangunan.

Meskipun dari Watu Lawang tidak dapat menikmati sunrise ataupun sunset, namun pemandangan yang disuguhkan disini terlalu sayang untuk dilewatkan. Dengan udara yang segar, kawasan yang rimbun akan pepohonan, dan pemandangan area persawahan serta liukan Kali Oya akan cukup membuat mata dan tubuh kita relaks sejenak.

Untuk menuju lokasi ini pengunjung cukup mengikuti rute menuju kebun buah mangunan. Bedanya sebelum sampai di persimpangan Mangunan, ada petigaan kecil menuju kawasan penduduk. Pilih arah kanan dan ikuti jalan tersebut sampai bertemu petunjuk arah watu lawang. Jalan yang harus dilalui masih berupa tanah dan berbatu. Untuk retribusi parkir dikenai biaya Rp.2000 untuk motor dan Rp.5000 untuk mobil.

3. KAMPUNG EDUKASI WATU LUMBUNG


Ingin mendapatkan yang lebih dari sekedar berwisata? Kampung Edukasi Watu Lumbung bisa jadi pilihan untuk liburan. Berlokasi di Bukit Parangtritis, Kretek, Bantul, Yogyakarta, Watu Lumbung menawarkan keindahan pemandangan khas pinggiran Yogyakarta sekaligus wisata edukasi yang tak terlupakan. 


Kampung Edukasi Watu Lumbung didirikan tahun 2003 oleh Muhammad Boy Rifai yang sejak awal ingin memberdayakan dan membantu perekonomian masyarakat sekitar melalu sector pariwisata. Kawasan ini memiliki beberapa area seperti area outbond, perpustakaan, warung santai, taman bermain anak, flying fox, dan sebagainya.

Kampung Edukasi Watu Lumbung didirikan di tengah area perkebunan pohon jati. Konsep alam juga melekat di kontruksi bangunan di kawasan ini. Penggunaan bambu digunakan untuk membuat gubuk santai diantara pohon-pohon jati. Beberapa bangunan berupa rumah pohon dibuat hingga tiga lantai dengan batang pohon jati yang masih hidup sebagai tiang penopangnya. Dari sini, pengunjung bisa menikmati indahnya pemandangan dari atas bukit.

Pengunjung bebas memilih warung sambil menikmati dari warung-warung yang ada. Beberapa warung yang ada di Kampung Edukasi Watu Lumbung antara lain Kedai Wedangan, Pusat Sate Kiloan, Lembayung, Kedai Susu, dan Alas Kuliner.

Salah satu daya tarik Kampung Edukasi Watu Lumbung adalah gardu pohon yang dibangun di salah satu pohon jati. Konsep gardu pohon ini meniru dengan gardu pohon yang ada di Kalibiru Kulon Progo. Keamanan dan keselamatan juga tidak luput dari pengawasan pengelola. Dari atas gardu pohon, pengunjung bisa menikmati pemandangan liukan Kali Opak dan Jembatan Opak yang ikonik.


Selain tempat nongkrong, disini pengunjung juga diajak melakukan penghijauan dengan penanaman pohon di sekitar Bukit Watu Lumbung. Selain itu, pengunjung juga bisa menyumbangkan buku bacaan di perpustakaan yang ada disini. Dengan menyumbangkan buku bacaan minimal 3 buah, pengunjung akan mendapatkan penghargaan berupa makanan, minuman, atau souvenir gratis 

Waktu paling pas mengunjungi Kampung Edukasi Watu Lumbung adalah saat sore hari karena pengunjung bisa menyaksikan indahnya senja di ufuk barat dari atas bukit. Untuk menuju tempat ini, pengunjung bisa menelusuri Jalan Parangtritis dari Kota Yogyakarta. Setelah menyebrangi jembatan Kali Opak dekat retribusi Pantai Parangtritis, setelah melewati jembatan langsung belok kiri atau menuju jalan alternatif Parangtritis-Siluk. Sekitar 200 meter akan ada papan petunjuk arah menuju ke kampung edukasi tersebut.

4. GOA CERME


Ingin wisata religi sekaligus wisata adrenalin? Goa Cerme jawabannya. Goa yang terletak di perbatasan dusun Srunggo, desa Selopamioro, kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul dengan dusun Ploso, desa Giritirto, kecamatan Panggang, kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta ini dulunya merupakan tempat pertemuan para Walisongo untuk membahas dakwah Islam dan membahas pendirian Masjid Agung Demak.

Goa Cerme berada di ketinggian sekitar 500 mdpl. Tidak hanya menawarkan keindahan stalagtit dan stalagmite saja, tetapi juga air terjun dan sungai bawah tanah yang mengalir di sepanjang goa. Goa cerme sendiri memiliki panjang 1,5 km dengan mulut gua berada di Bantul sedangkan pintu keluar berada di Gunungkidul.

Sebelum masuk Goa Cerme diharuskan untuk melapor terlebih dahulu kepada pemandu karena terdapat percabangan yang membuat bingung di dalam gua. Untuk menelusuri Goa Cerme juga diperlukan beberapa perlengkapan yang bisa dipinjam dari tempat penyewaan di sekitar lokasi. Selama menelusuri gua, pengunjung disarankan untuk mengikuti pemandu yang berada di depan barisan karena ada beberapa titik yang cukup dalam.

Di dalam gua, selain dapat menikmati keindahan ornament dinding gua yang bersinar ketika disinari lampu senter, pengunjung juga bisa melihatnya goa yang sering dijadikan tempat bertapa. Bahkan jika beruntung, bukan tidak mungkin menemukan orang yang sedang bertapa. Sehingga tidak heran juga ketika di dalam goa akan tercium bau wangi dari dupa dan kemenyan.

Penelusuran sungai goa bawah tanah ini tidak memakai pelampung seperti di kalisuci. Karena itu pengunjung yang datang disarankan membawa baju ganti karena di beberapa titik ketinggian air bisa mencapai pinggang-dada orang dewasa. Jangan kaget pula ketika melihat orang beraktivitas di sekitar goa karena mereka juga menggunakan air goa untuk melakukan aktivitas sehari-hari terutama mencuci pakaian.

Lokasi Goa Cerme berada di area perbukitan sebelah selatan Imogiri. Rute dari kota Yogyakarta ke arah selatan melewati Terminal Giwangan dan Jalan Imogiri Timur. Selanjutnya ikuti jalan menuju ke arah Siluk/Selopamioro. Setelah melewati jembatan Sungai Oyo Siluk akan menemui persimpangan jalan, pilihlah jalan ke arah kanan. Beberapa meter berselang ada simpangan lagi pilih ke arah kiri/lurus dengan kondisi jalan naik. Ikuti jalan tersebut hingga ujung atau area parkir wisata Goa Cerme.

5. SERIBU BATU SONGGO LANGIT


Sekilas Seribu Batu Songgo Langit terdengar unik. Tapi memang tak salah jika tempat ini dinamakan seribu batu karena memang banyak terdapat bebatuan besar di tempat yang masih dalam satu kawasan Hutan Pinus Mangunan ini.


Selain menarik wisatawan dengan bebatuan raksasa yang ada di tengah-tengah hutan pinus, disini juga terdapat banyak spot-spot selfie unik yang masih sangat jarang ditemukan di tempat lain. Beberapa spot unik yang ada di Seribu Batu Songgo Langit antara lain Rumah Hobbit seperti yang ada di Taman Kelinci Pujon Malang, Rumah Kayu, Jembatan Kayu yang menghubungkan antara pepohonan, gardu pandang, dan rumah pohon, dan beberapa spot unik lainnya.

Berkunjung ke Seribu Batu Songgo Langit semakin seru dengan adanya fasilitas outbond seperti flying fox dan climbing spot bagi para pemanjat dinding professional.

Fasilitas disini sudah cukup memadai seperti toilet, warung, dan area parkir. Untuk biaya masuk, pengunjung tidak dikenai retribusi masuk kawasan Seribu Batu Songgo Langit. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir Rp 3000,- untuk motor dan Mobil sebesar Rp 10.000,-.

Rute menuju Seribu Batu Songgo Langit dari perempatan terminal Giwangan terus ke selatan melewati Jalan Imogiri Timur sampai bertemu dengan pertigaan Pasar Imogiri dan ikuti arah menuju Desa Mangunan. Tidak jauh dari lokasi Desa Mangunan, akan menemukan Restoran Bumi Langit. Kemudian ikuti arah menuju Watu Goyang. Dari situ tidak lama akan sampai di Wisata Seribu Batu Songgo Langit Yogyakarta.

6. BUKIT PANGUK KEDIWUNG


Selain menjadi tempat melepas penat, tidak sedikit wisatawan yang datang ke sebuah obyek wisata untuk hunting foto keren. Bahkan tren photo hunting ini bisa jadi alasan utama para wisatawan untuk datang. Melihat tren yang sedang booming ini pun membuat para pengelola wisata berlomba-lomba memperindah wisata yang mereka kelola.

Salah satu yang belakangan ini menjadi tren di social media adalah Bukit Panguk Kediwung. Bukit Panguk Kediwung sendiri hanya berjarak sekitar 2 km dari Kebun Buah Mangunan, tepatnya di Dusun Kediwung, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Sebagian besar wisatawan memilih mengunjungi wisata alam yang berada di atas perbukitan pada pagi hari ketika kabut masih menyelimuti perbukitan dan matahari masih enggan menampakan sinarnya. Begitu pula pengunjung Bukit Panguk Kediwung. Sejuknya udara dan putihnya lautan awan pada pagi hari serta hangatnya sinar matahari menjadi alasan utama para wisatawan untuk datang pagi-pagi buta kesini.

Tentu saja belum lengkap datang ke Bukit Panguk Kediwung sebelum berfoto ria di spot-spot selfi yang ada disini. Seperti dilihat di akun Instagram @bukitpanguk_kediwung, ada beberapa spot selfie dengan berbagai bentuk seperti bentuk bunga, delman, perahu, tanda cinta dan ada beberapa lagi yang lain.

Seperti wisata yang sedang tren di kalangan anak muda, pengunjung yang datang ke Bukit Panguk Kediwung tidak dikenai biaya retribusi. Pengunjung hanya dibebani biaya parkir saja.

Rute menuju ke Bukit panguk Kediwung sangat mudah. Dari kota yogyakarta langsung menuju ke jalan Imogiri Timur sampai bertemu pertigaan lalu ambil kiri. Ikutin jalan sampai menemukan papan petunjuk menuju Kebun Buah Mangunan. Pengunjung bisa langsung tanya ke warga arah menuju ke dusun kediwung. Jika telah sampai di dusun kediwung disana sudah ada petunjuk arah menuju bukit panguk kediwung.

7. KEBUN BUAH MANGUNAN



Ingin menjelajah wisata alam Yogyakarta belum lengkap kalau belum mengunjungi Kebun Buah Mangunan. sebelum munculnya wisata-wisata alam kekinian dengan view yang spektakuler di Jogja, bisa dibilang Kebun Buah Mangunan merupakan pelopor wisata alam kekinian.

Berada di ketinggian sekitar 150 – 200 mdpl dengan luas mencapai 23,3 hektar, Kebun Buah Mangunan cocok menjadi tempat liburan bagi mereka yang sudah penat dengan kehidupan perkotaan.

Sesampainya di puncak Kebun Buah Mangunan, pengunjung akan disuguhi pemandangan yang sangat menyejukan dari hijaunya deretan perbukitan sewu. Ditambah dengan liukan Kali Oya yang menambah epic pemandangan disini.

Di puncak Kebun Buah Mangunan terdapat gazebo untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan dibawahnya. Waktu favorit mengunjungi Kebun Buah Mangunan yaitu saat matahari terbit dan saat matahari tenggelam. ketika datang pada pagi hari buta, pengunjung akan meyaksikan fenomena lautan awan putih yang dipadu dengan semburat kuning keorenan dari matahari terbit. Jika ingin menyaksikan pemandangan lautan awan, disarankan untuk sebelum subuh sudah ada di tempat.

Selain menikmati pemandangan yang menyejukan mata, ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan di tempat ini, diantaranya hiking, berkemah, outbond dan lainnya. Biaya masuk Kebun Buah Mangunan pun relative murah, hanya Rp 5000,-/orang dengan jam buka mulai pukul 4.30 pagi ? 6.00 petang.

Selepas dari sini, pengunjung bisa mengunjungi obyek wisata lain yang memang masih satu komplek dengan Kebun Buah Mangunan, antara lain Puncak Becici, Bukit Mojo, Hutan Pinus Pengger, Jurang Tembelan dan masih banyak lainya.

Rute menuju Kebun Buah Mangunan cukup mudah. Dari terminal Giwangan terus ke selatan melewati jalan Imogiri Timur sampai bertemu pertigaan lalu ambil kiri. Ikutin jalan sampai menemukan papan petunjuk menuju Kebun Buah Mangunan.

Sesampainya disana, pengunjung harus melewati jalan menanjak yang cukup curam. Bisa ditempuh menggunakan kendaraan bermotor, namun akan lebih seru jika kendaraan diparkir di dekat pintu masuk, lalu melanjutkan perjalanan ke puncak dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan hijau khas pegunungan.

8. BENDUNG TEGAL


Awal dibangunnya Bendung Tegal adalah sebagai saluran irigasi sawah dan mengurangi banjir dari luapan Kali Opak yang seringkali terjadi. Bendung Tegal sendiri merupakan bendungan yang dibangun di Desa Wisata Kebonagung, Imogiri, Bantul dan menjadi salah satu daya tarik desa wisata ini.

Bendung Tegal diresmikan oleh pemerintah DIY pada tahun 1997. Sedangkan potensi sebagai lokasi wisata baru dikembangkan pada tahun 2000 dan baru pada tahun 2003 ide Desa Wisata Kebonagung digulirkan.

Tren wisata alam yang ditawarkan Desa Kebonagung menjadi berkah tersendiri bagi penduduk sekitar Bendung Tegal. Pada beberapa kesempatan, pengunjungi akan disuguhi wisata air menggunakan perahu naga. Bahkan di bendungan ini sudah pernah dilaksanakan lomba perahu naga tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIY.

Selain wisata air menggunakan perahu naga, Bendung Tegal juga sering dijadikan tempat memancing. Air yang tenang dan suasana yang sejuk menjadikan Bendung Tegal sebagai tempat favorit para mancing mania.

Karakteristik Bendung Tegal di Sungai Opak dengan airnya yang tenang dan track yang lurus juga dimanfaatkan oleh masyarakat Tionghoa untuk merayakan acara Peh Cun. Peh Cun dalam dialek hokian sendiri merupakan perayaan yang dilakukan dengan mengadakan acara lomba perahu naga.

9. BUKIT PARALAYANG PARANGTRITIS


Menikmati keindahan Parangtritis tak melulu harus menginjakan kaki di pasir atau berbasah-basahan di pantainya saja. Cobalah mengunjungi Bukit Paralayang Parangtritis. Disini pengunjung akan mendapatkan sensasi yang berbeda menikmati keindahan Pantai Parangtritis.


Dinamakan Bukit Paralayang karena memang bukit ini menjadi tempat dimana aktivitas Paralayang diselenggarakan. Lokasinya yang berada di perbukitan yang langsung menghadap ke lautan luas memang sangat pas untuk melakukan paralayang.

Meskipun menjadi lokasi olahraga paralayang, tidak sedikit juga pengunjung yang datang kesini hanya untuk menikmati pemandangan yang disuguhkan di tempat ini. Dengan ketinggian mencapai 900 Mdpl, pengunjung dapat menikmati keindahan garis Pantai Parangtritis yang bertemu langsung dengan luasnya Laut Selatan. Waktu favorit untuk mengunjungi tempat ini adalah saat matahari tenggelam. Senja yang dramatis di ufuk barat benar-benar akan menjadi pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.

Bukit Paralayang awalnya hanya merupakan perbukitan biasa. Kemudian pada tahun 1991 dibuat landasan beton pertama untuk fasilitas olahraga paralayang. Lalu dilanjutkan membuat fasilitas pendukung seperti pendopo joglo, tangga, serta area parkir sekitar tahun 1998.

Para pegiat olahraga paralayang melakukan aktivitas paralayang pada bulan Desember-Februari ketika cuaca cerah dan angina bertiup cukup kencang. Namun dengan perubahan cuaca yang tak menentu, para pelaku olahraga paralayang pun kesulitan menentukan jadwal tetap.

Bukit Paralayang Parangtritis sangat mudah dijangkau. Dari Kota Yogyakarta pengunjung ambil Jalan Parangtritis sampai melewati kawasan Pantai Parangtritis terus ke arah Wonosari. Sampai di pertigaan Girisubi ambil kanan menuju Bukit Paralayang. Pengunjung akan melewati jalanan ynag cukup menanjak dan curam sehingga disarankan untuk menggunakan kendaraan yang kuat untuk menanjak. Setelah sekita 1 km, akan menemukan pendopo joglo dan area parkir Bukit Paralayang. Dari sini melanjutkan perjalanan dengan menuruni tangga sekitar 100 meter. Tidak ada biaya retribusi, pengunjung hanya perlu membayar parkir sebesar 3000 rupiah. Dan untuk yang tertarik mencoba olaharaga ekstrem paralayang, akan dikenakan biaya Rp 300.000,-/orang.

10. GUMUK PASIR PARANGKUSUMO BANTUL


Melihat film-film timur tengah pastinya bisa memunculkan rasa penasaran kita pada gurun pasir bukan? Gurun pasir digambarkan dengan area yang sangat luas dan sejauh mata memandang hanya ada pasir. Bicara tentang cuacanya, gurun pasir termasuk memiliki cuaca yang ekstrim, sangat panas pada siang hai, dan dingin yang menusuk saat malam hari. Gurun pasir biasanya hanya ditemukan di daerah-daerah afrika atau Timur Tengah. Tapi siapa sangka, ternyata wilayah tropis dengan curah hujan tinggi seperti Indonesia juga memiliki gurun pasir. Terletak di Parangtritis, Yogyakarta, disini pengunjung bisa memuaskan rasa penasaran terhadap gurun pasir.

Gumuk Pasir, begitu orang-rang menyebutnya. Gumuk itu sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya adalah gundukan. Jadi, Gumuk Pasir adalah gundukan-gundukan pasir yang terhampar luas. Gumuk pasir ini terletak di sebelah barat Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Di Dunia sendiri, fenomena gumuk pasir seperti ini hanya ada 2, di Indonesia dan Meksiko.

Untuk membentuk hamparan pasir sebegitu luasnya membutuhkan waktu berjuta-juta tahun. Gumuk pasir di Jogja sendiri merupakan hasil material vulkanik Gunung Merapi yang terbawa arus sungai Progo dan Sungai Opak kemudian mengendap. Endapan itu terus menerus dihantam oleh ombak. Pada saat itulah butiran pasir terbawa oleh angin dan terhempas dan membentuk gundukan-gundukan pasir yang saat ini dikenal dengan Gumuk Pasir itu.

Cuaca di area Gumuk pasir inipun tidak berbeda dengan kondisi cuaca di guru pasir pada umumnya. Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat terasa, apalagi saat siang hari. Perbedaan suhu yang ekstrim inilah yang membuat tempat ini jarang digunakan untuk camping. Suhu yang ekstrim ini juga kadang digunakan oleh orangorang yang akan berangkat haji sebagai sarana untuk manasik haji. Hingga saat mereka sudah ada di Saudi Arabia, tubuh mereka sudah bisa menyesuaikan.

Uniknya gumuk pasir ini sudah biasa menjadi surga para fotografer. Selain menjadi tempat foto narsis, gumuk pasir juga menjadi incaran para pasangan-pasangan yang ingin mengambil gambar untuk pre-wedding. Ada juga para fotografer dan model profesional yang menjadikan tempat ini untuk setting photo session mereka. Tak hanya itu, Gumuk Pasir juga kerap digunakan sebagai tempat pembuatan videoklip dan shooting film. Siapa sangka, video klip Agnes Monica (Godai Aku Lagi) dan HiVi (Orang ketiga) digarap disana.

Untuk menuju ke Gumuk pasir cukup mudah. Karena letaknya yang bersebelahan denga Pantai Parangtriis, anda bisa mengambil jalur satu arah dengan Parangtritis dari Kota Yogyakarta. Sesampainya di Pantai Parangtritis, anda akan menemukan pertigaan Hotel Gandung ambil arah barat ke arah pantai Depok.

11. AIR TERJUN LEPO


Karakteristik Kabupaten Bantul yang sebagian besar merupakaan pedesaan ternyata menyimpan potensi wisata alam yang belum banyak diketahui. Salah satunya adalah Grojogan Lepo atau Air Terjun Lepo yang terletak di dusun Pokoh 1, Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Nama Lepo sendiri diambil dari singkatan daerah air terjun berada, yaitu Ledok Pokoh.


Air terjun yang dibuka sejak tahun 2013 ini sampai sekarang mampu menarik banyak wisatawan saat akhir pekan. Kondisi air terjun yang masih alami dan karakteristik air terjun berupa batu bertingkat-tingkat semakin menarik minat wisatawan yang menyukai wisata alam.

Air terjun Lepo memiliki beberapa tingkatan. Tingkatan pertama memiliki ketinggian sedang dan memiliki kedalaman kolam sekitar setengah meter. Biasanya digunakan wisatawan untuk duduk sambil merendam kaki. Di tingkat ini juga aman untuk anak-anak berenang karena kolam yang tidak terlalu dalam, bahkan di tingkat ini dasar kolam bisa dilihat.

Tingkatan kedua bebatuan sekitar air terjun agak curam dan licin sehingga agar wisatawan untuk berhati-hati. Kedalaman kolam masih dangkal, yaitu sekitar pinggang orang dewasa. Kolam kedua ini dikelilingi oleh tebing-tebing batu yang tersusun eksotis. Ceruk batu di salah satu sisi kolam menjadi spot terbaik menikmati air terjun di tingkat ini.

Sedangkan tingkat terbawah merupakan tempat favorit berenang orang-orang dewasa. Kolam curug disini memiliki kedalaman hingga 2 meter. Selain itu areanya pun cukup luas dibanding dua kolam diatasnya. Terdapat jalan setapak dan tangga-tangga batu sebagai pijakan untuk bisa sampai di kolam ketiga tersebut. Di kolam ketiga ini, tebing-tebing batu di sekeliling air terjun berbentuk balok yang sengaja dipotong olah pengelola.

Untuk menuju lokasi air terjun, dari Kota Yogyakarta ambil Jalan Imogiri Timur. Di pertigaan di selatan Pasar Imogiri ambil kiri kemudian ambil arah kanan menuju Kebun Buah Mangunan atau Dlingo. Sampai pasar Dlingo, terdapat kantor kecamatan dan jalan menuju Dusun Pokoh 1. Ikuti jalan cor blok sampai bertemu lokasi. Wisatawan bisa menitipkan kendaraan di perumahan warga kemudia melanjutkan perjalanan menuju loksai dengan berjalan kaki melewati jalan setapak.

12. TELAGA JONGE


Wisata Telaga Jonge terletak di Desa Pacarejo, Kecamatan Semajo, Kabupaten Gunungkidul. Telaga Jonge terkenal sebagai telaga yang tidak pernah mengalami kekeringan. Konon, penamaan Telaga Jonge diambil dari seorang tetua di Desa Jonge bernama Kiai Jonge. Menurut cerita yang beredar, Mbah Jonge adalah salah seorang prajurit dari Kerajaan Majapahit yang terdampar di Pantai Selatan Gunungkidul.

Diceritakan Mbah Jonge bersama prajurit lainnya melarikan diri dari peperangan yang terjadi antara kerajaan Majapahit dan kerajaan Demak. Namun kemudian para prajurit tersebut berpencar dan Mbah Jonge memilih untuk menetap di Desa Jonge. Mbah Jonge terkenal sebagai orang yang baik hati dan suka menolong sesama sehingga dirinya diterima dengan tangan terbuka oleh masyarakat desa.

Keberadaan telaga yang tidak pernah kering ini menjadi misteri bagi masyarakat setempat. Mereka menduga adanya keterkaitan Mbah Jonge dengan misteri ini. Masyarakat sekitar tidak mengetahui secara pasti kapan wafatnya Mbah Jonge. Mereka menyebutkan bahwa wafatnya Mbah Jonge terjadi karena moksa (kebebasan dari ikatan duniawi). Moksa Mbah Jonge dipercaya berada di tengah-tengah telaga.

Warga yang tidak percaya, melakukan pengerukan telaga pada tahun 1997 yang ternyata ditemukan sebuah cungkup makan di tengah-tengah telaga yang diduga milik Mbah Jonge. Sejak saat itu, warga percaya misteri Mbah Jonge tersebut.

Air telaga yang tidak pernah surut menjadi keberkahan tersendiri bagi warga yang tinggal di sekitar telaga. Selain memanfaatkan air telaga untuk kebutuhan sehari-hari, warga juga percaya air telaga dapat memberikan berkah sehingga banyak warga yang memadati area petilasan pada malam Jumat Legi.

Melihat potensi wisata dari Telaga Jonge, warga kemudian mengembangkan Telaga Jonge sebagai wisata alternatif gratis bagi wisatawan. Warga membangun pendopo di pinggir telaga untuk beristirahat para wisatawan sembari menikmati indah dan sejuknya pemandangan di sekitar telaga. Selain itu ada beberapa permainan air juga yang bisa dicoba wisatawan.

13. TAMAN HUTAN RAYA BUNDER


Siapa sangka, Gunungkidul yang terkenal dengan perbukitan karstnya ternyata memiliki taman hutan raya yang bisa dijadikan wisata alternative di Gunungkidul.

Taman Hutan Raya Gunungkidul atau biasa disingkat TAHURA ini berlokasi di kawasan konservasi Hutan Bunder, Pathuk, Gunungkidul. Lokasinya yang berdekatan dengan Rest Area Hutan Bunder membuat Tahura dijadikan tempat favorit berkemah oleh pecinta alam, pelajar, dan mahasiswa di Yogyakarta. Ditambah lokasinya yang strategis dan dekat dengan kota sehingga sangat mudah dijangkau.

Kawasan Tahura Bunder memiliki luas sekitar 634 Hektar dengan berbagai macam jenis flora dan fauna. Keragaman hayati disini membuat Tahura Bunder masih digunakan sebagai tempat konservasi para peneliti dari Yogyakarta maupun luar Yogyakarta.

Selain menjadi tempat konservasi dan tempat berkemah, Tahura Bunder juga merupakan kawasan penangkaran Rusa Jawa (Cervus timorensis) dengan luas sekitar 6,2 hektar. Disamping itu, disini juga terdapat Sendang Mole, sebuah tempat penyulingan minyak kayu putih berdiri sejak tahun 1980an. Ditambah Kali Oya yang mengalir di tengah Hutan Bunder yang menambah kesejukan kawasan hutan raya ini. Pemandangan dengan pepohonan tinggi menjulang juga membuat Tahura Bunder sebagai tempat prewedding yang ikonik di Jogja.

Secara administrasi, kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder terletak di Desa Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul Provinsi D.I Yogyakarta. Yaitu di tepi jalan raya Yogya-Wonosari.

14. GOA BRAHOLO


Gua Braholo berada di Dusun Semugih, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul atau sekitar dua jam perjalan menggunakan kendaraan bermotor dari pusat Gunungkidul. Namun siapa sangka gua yang sebelumnya tidak pernah terdengar ini ternyata pernah menjadi saksi bisu kehidupan manusia purba.

Untuk menuju lokasi Gua Braholo, pengunjung harus berjalan menaiki beberapa anak tangga karena lokasinya yang berada di lereng bukit dengan ketinggian sekitar 357 mdpl. Sesampainya di mulut gua, suasana sunyi dan teduh akan menyambut para pengunjung.

Kondisi gua cukup luas dengan batuan stalaktit di langit-langit dan stalagmit di bagian bawah. Tinggi langit-langit gua lebih dari 15 meter sehingga tampak terang bila sinar matahari masuk. Lantai gua sebagian besar tanah dengan lebar ruangan kurang lebih 39 meter dengan panjang 30 meter. Luas keseluruhan gua sekitar 1.172 meter persegi.

Kedalaman gua berbeda-beda akibat proses ekskavasi yang dilakukan oleh para peneliti pada tahun 1994 sampai 2000. Dari informasi yang tertera di depan mulut gua, proses ekskavasi tersebut dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Jakarta yang dipimpin oleh Prof Truman Simanjuntak.

Dalam proses ekskavasi ini ditemukan beberapa tembikar, sisa biji-bijian hingga sisa-sisa fauna seperti rusa, monyet ekor panjang, musang, bahkan kulit kerang dan manik-manik. Ditemukan juga peralatan dari batu yang berasal dari 6-12 ribu tahun yang lalu.

Selain ditemukan sisa fauna, alat-alat batu, dan cangkang moluska, ditemukan juga kuburan 10 kerangka manusia purba dengan ras Australomesoid di Gua Braholo yang dipercaya sebagai nenek moyang manusia yang hidup di Yogyakarta.

Selain bisa menikmati peninggalan arkeologi, Gua Braholo juga sering digunakan sebagai lokasi untuk susur gua oleh para pecinta alam. Karakteristik Gua Braholo sendiri memiliki 3 pitch, masing-masing memiliki kedalaman sekitar 35 meter, 6 meter, serta yang terakhir sekitar 2 meter dengan kemiringan 25 derajat.

15. BUKIT BINTANG PATUK


Jika berbicara tentang wisata malam Jogja, tempat satu ini memang tidak boleh terlewatkan. Berada di perbukitan Patuk Gunungkidul, Bukit Hargodumilah atau yang lebih populer dengan sebutan Bukit Bintang ini memang tidak salah jika menjadi primadona para pecinta wisata malam Jogja.

Bukit Bintang sangat mudah dijangkau karena lokasinya yang berada di pinggir jalan utama Jogja-Wonosari, tepatnya di kawasan Piyungan sebelum kecamatan Patuk. Dulunya disini hanya ada beton panjang sebagai pembatas jalan dan tebing yang menjadi tempat duduk-duduk orang yang datang, dan beberapa pedagang jagung bakar. Namun sekarang berbagai fasilitas seperti tempat makan dengan konsep outdoor, parkir, dan toilet sudah dibangun untuk membuat pengunjung yang datang semakin nyaman.

Dari Bukit Bintang, pengunjung bisa melihat landscape Kota Jogja, landasan pacu Adisucipto, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu tanpa terhalang apapun. Apabila datang pada sore hari, jika beruntung dan cuaca sedang cerah, pengunjung bisa menikmati pemandangan sunset yang sangat indah di ufuk barat. Pada malam hari, kerlap-kerlip lampu seperti cahaya bintang dari kota di bawah bukit akan menghangatkan suasana di dinginnya cuaca Jogja saat malam hari. Karena itu juga, tidak heran jika tempat ini dinamakan Bukit Bintang.

Bukit Bintang menjadi tempat favorit para muda-mudi untuk bercengkrama bersama kerabat, teman, kekasih sambil menikmati hangatnya kopi dan teh, jangan lupa dengan jagung bakar yang semakin melengkapi kebersamaan pada malam hari.

Bukit bintang juga menjadi tempat persinggahan favorit bagi para wisatawan yang baru menghabiskan liburannya di Gunungkidul. Biasanya para wisatawan tersebut menghabiskan dari siang-sore berwisata di Gunungkidul, saat perjalanan pulang menjelang malam hari, mereka singgah sebentar di Bukit Bintang untuk sekedar menikmati keindahan kerlap-kerlip Kota Jogja di malam hari.

16. GUA MARIA TRITIS 


Gua Maria Tritis merupakan gua yang terletak di antara perbukitan gunung kapur yang dijadikan tempat ziarah umat Katholik. Adanya tempat peribadatan diantara gersangnya perbukitan karst ini seperti menjadi oase di tengah gurun pasir. Dinamakan Tritis karena adanya tetesan air yang selalu menetes di gua ini.

Awalnya gua ini dianggap sepi dan angker sehingga tidak banyak orang yang berani memasukinya. Karena itu gua ini dijadikan tempat pertapaan dan persinggahan oleh beberapa pangeran Kerajaan Mataram. Mulai dikenalnya gua ini di kalangan umat Katholik sekitar tahun 1974, yaitu saat digunakan sebagai tempat Ekaristi Natal. Sejak saat itu, nama gua ini diberi tambahan Maria menjadi Gua Maria Tritis yang menjadi tempat ziarah para umat Katholik. Keindahan stalagtit dan stalagmite semakin menambah kekhusyuan berdoa dan menjadi tempat perenungan indahnya ciptaan Tuhan.

Disini tidak terdapat banyak ornament, hanya patung Bunda Maria yang sedang berdoa dan sebuah salib besar serta beberapa deret bangku untuk berdoa. Sebelum memasuki Gua Maria Tritis, peziarah harus menyusuri jalan setapak membelah lading jati. Selama perjalanan, pengunjung akan menemukan stasi-stasi yang berisikan diorama proses penyaliban Yesus.

Untuk menemukan lokasi Gua Maria Tritis tidak sulit. Lokasinya berada kurang lebih 50 KM arah dari Kota Yogyakarta arah Pantai Baron, tepatnya di Dusun Bulu, Kabupaten Gunung Kidul, Wonosari. Dari Yogyakarta – Wonosari; sampai simpang tiga Gading (dekat lapangan terbang landasan rumput) belok kanan menuju Playen – paliyan – Pasar Trowono – Singkil. Rute lain yang bisa ditempuh adalah melalui kota Wonosari jalur menuju pantai Baron. Sebelum pantai baron, ada pertigaan (terdapat papan penunjuk). Dari pertigaan ini belok ke kanan.

Peziarah pun dapat melanjutkan perjalanan dengan berwisata ke obyek-obyek wisata yang berdekatan dengan Gua Maria Tritis. Beberapa destinasi wisata yang ada di sekitar Gua Maria Tritits antara lain pantai Baron, Kukup, Krakal, Ngobaran, Ngrenehan. Dan masih banyak tempat wisata lain yang bisa dikunjungi.

17. GUA NGINGRONG 


Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Provinsi DIY yang memiliki pesona alam yang unik. Kabupaten Gunungkidul memiliki topografi karst yang terbentuk dari proses pelarutan batu kapur. Bentang alam ini membentang dari kabupaten Gunungkidul, Wonogiri hingga Pacitan dan dikenal sebagai Karst Gunung Sewu.

Dengan keunikan alam yang dimilikinya, tentu saja ini berpengaruh pada daya tarik wisata Gunungkidul. Wisata-wisata alam Gunungkidul sendiri memang bisa dibilang sedikit ekstrim dibanding wisata alam di kabupaten Sleman, Kulon Progo, maupun Bantul. Sebut saja wisata susur gua di Kalisuci, Pindul, dan yang terbaru Gua Ngingrong.

Gua Ngingrong terletak di Lembah Karst Mulo, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Gua ini merupakan gua berbentuk luweng/collapse dollin atau lebih dikenal dengan sinkhole dan membentuk gua horizontal. Tidak heran jika peminat wisata Gua Ngingrong merupakan pecinta wisata ekstrim.

Fenomena alam unik lainnya yang bisa ditemukan disini yaitu terdapat lafadz Allah di bagian tebing dan batu yang menyerupai orang yang sedang sholat. Banyak juga bebatuan besar berwarna putih dan beberapa bebatuan sebesar gajah yang dihiasi tetesan air dari stalaktit dinding gua.

Selain turun langsung ke gua, rapelling tebing ningrong setinggi 80 meter, serta susur gua vertical menuju telaga bawah tanah dengan tiga tingkat telaga, wisatawan juga bisa menjajal flying fox yang membelah lembah dengan ketinggian 90 meter. Cukup banyak bukan pilihan wisata ekstrim disini?

Untuk menuju Gua Ngingrong, dari arah Kota Yogyakarta langsung menuju jalan jogja-wonosari, sampai di pertigaanan GOR wonosari belok kanan, bertemu perempatan belok kanan, sampai pertigaan belok kiri, sampai perempatan belok kiri ambil arah jalan raya tepus, kurang lebih 500 meter di pinggir jalan sudah terlihat papan tulisan obyek wisata gua ngingrong dan geopark gunung sewu.

18. PANTAI NGETUN 


Mencari pantai yang indah dan jarang terjamah atau dikunjungi? Datang saja ke?Pantai Ngetun Gunungkidul. Di apit oleh dua bukit yang tinggi menjadikan dan luas area yang kecil menjadikan pantai Ngetun bagaikan teluk mungil yang indah.


Banyak orang menamai teluk mungil ini pantai Ngetun, namun jika anda berkunjung ke pantai tersebut, anda akan menjumpai papan petunjuk arah yang kecil dengan nama pantai Ngitun. Nah yang benar yang mana? Anda wajib datang membuktikan sendiri pantai indah yang telanjur populer dengan sebutan?pantai Ngetun Gunungkidul. Anda dapat bertanya secara langsung sejarah nama Ngetun / Ngitun.

Keindahan pantai Ngetun / Ngitun hampir sama dengan pantai-pantai di Gunungkidul yang sudah populer di mata para wisatawan. Pasir putih yang indah nan bersih disertai pemandangan alam Gunungkidul yang berbukit-bukit menjadikan ciri khas keunikan pantai di Gunungkidul termasuk pantai Ngetun ini.

Lalu, Apa Keunikan Pantai Ngetun?

Pantai yang berlokasi searah dengan jalur menuju pantai Nglambor atau Pantai Siung ini diapit dengan dua bukit yang tinggi. Pengunjung pun bisa naik ke bukit untuk melihat keindahan pantai Ngetun dari bukit karang yang tinggi. Karena diapit oleh dua bukit inilah pantai menjadi mirip seperti teluk kecil atau mungil. Dan pastinya pantai ini masih jarang dikunjungi wisatawan, dan hanya orang-orang yang suka dengan objek wisata baru yang sering mengunjungi pantai-pantai masih perawan.

Tips Berkunjung Ke Pantai Ngetun

Anda penasaran untuk mengunjungi pantai ini? Jika iya anda bisa mulai merencanakan dengan beberapa hal salah satunya kendaraan yang prima. Akses menuju ke pantai ini tergolong sulit karena jalan masih berbatu dan belum diaspal. Tapi justru ini menjadi tantangan dan rintangan yang asik. Memakai kendaraan roda dua anda harus memastikan kendaraan anda benar-benar fit dan tangguh. Jika ban bocor maka anda bakalan dorong motor yang jauhnya berkilo-kilo ke tempat tambal ban terdekat.

Lokasi Pantai Ngetun Gunungkidul

Jika merencanakan untuk mengunjungi pantai teluk mungil ini maka anda bisa melalui jalur menuju arah pantai Siung atau pantai Wediombo. Dari pusat kota anda akan menjumpai plang papan nama menuju kedua lokasi pantai tadi. Untuk pantai Ngetun/Ngitun lokasi berada di barat pantai Timang. Pantai terletak di Desa Purwodadi, Kec Tepus, Kab Gunung Kidul. Papan petunjuk arah menuju ke pantai Ngetun/Pantai ngitun sangat kecil. jadi jika khawatir tersesat alangkah baiknya anda bertanya ke warga di sekitar.

19. GOA KALISUCI


Gunungkidul memang dikenal dengan wisata alamnya yang seolah tidak pernah habis. Mulai dari deretan pantai pasir putih yang cocok untuk bersantai, sampai line up goa-goa yang bisa dijadikan wisata adrenalin, yang salah satu adalah cave tubing Kalisuci.

Goa Kalisuci sendiri berada di kawasan Karst Gunungsewu yang sudah menjadi salah satu warisan alam dunia. Indonesia boleh berbangga karena wisata alam seperti kalisuci hanya ada tiga di dunia, yaitu di Mexico, Selandia Baru, dan Indonesia.

Di Kalisuci, wisatawan akan diajak menyusuri sungai bawah tanah goa kalisuci menggunakan ban pelampung atau dikenal dengan cave tubing, yaitu perpaduan caving (susur gua) dan body rafting.

Sebelum melaksanakan kegiatan, wisatawan akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai kegiatan cave tubing kalisuci. Selanjutnya akan diberikan pengarahan dan perlengkapan seperti jaket pelampung, headlamp, helm, pengaman lutut dan kaki, serta ban pelampung.

Selama perjalanan, wisatawan akan merasakan sensasi basah-basahan dengan segarnya air sungai yang jernih dan segar sambil menikmati keindahan ornamen stalagtit dan stalagmit yang mengagumkan. Ditambah aliran sungai yang meliuk-liuk, kokohnya tebing karst, dan tidak lupa jeram-jeram sungai yang menambah keseruan selama perjalanan. Kegiatan susur gua ini sendiri memakan waktu kurang lebih selama 1,5 jam dengan panjang trek sekitar 700 meter berupa tiga sungai terbuka dan 2 sungai goa.

Wisata Cave Tubing Kalisuci Gunungkidul ini berlokasi di Padukuhan Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul atau sekitar 50 km dari Kota Yogyakarta.

Retribusi @Rp 70.000,- (min 5 pax)

20. AIR TERJUN KEDUNG KANDANG


Air terjun Kedung Kandang, inilah nama dari salah satu air terjun di Gunungkidul yang sempat beberapa waktu lalu meroket karena keindahan dan keunikannya. Bagaimana wisatawan tidak dibuat terpesona olehnya. Sesampainya di lokasi, wisatawan akan langsung disuguhi pemandangan air terjun yang mengalir dari undakan-undakan bebatuan yang terbentuk secara alami.

Air terjun Kedung Kandang terletak di Dusun Gunungbutak yang masih berada di desa Nglanggeran, kecamatan Patuk, Gunungkidul. Sehingga wisatawan tidak akan kesulitan menuju kesini karena memang masih satu lokasi dengan Embung Nglanggeran dan Gunung Api Purba Nglanggeran.

Untuk menuju kesini, wisatawan bisa mengambil rute Ring Road Timur-Jalan Wonosari-Bukit Bintang. Sampai di pertigaan GCD ambil arah kiri, ikuti jalur menuju Gunung Api Purba. Sebelum SMP 2 ada gapura masuk Desa Bobung, ambil kiri. Sampai di perempatan ambil kiri ke arah Nglanggeran. Ada warung mi ayam piring, masuk kiri, sekitar 200 meter ada lapangan volley untuk parkir kendaraan.

Dari tempat parkir, wisatawan masih harus berjalan sekitar 900 meter. Tapi jangan khawatir, pemandangan hijau terasering persawahan, tebing-tebing batu vulkanik, serta para petani yang sedang bercocok tanam akan menghibur selama perjalanan. Ditambah akses jalan yang masih alami sehingga benar-benar terasa seperti jelajah alam.

Kebanyakan air terjun di Gunungkidul merupakan air terjun musiman, termasuk air terjun Kedung Kandang yang cocoknya dikunjungi saat musim penghujan.

Air Terjun Kedung Kandang

Dusun Gunungbutak, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunungkidul

Retribusi :

Tiket masuk : Rp 7000,-

21. AIR TERJUN BANYU NIBO



Kekayaan dan keindahan alam yang dimiliki Gunungkidul sampai sekarang masih menjadi daya tarik utama wisata kabupaten terluas di Provinsi DIY ini. Karena itu tidak heran jika Gunungkidul menjadi incaran para pecinta wisata alam.

Salah satu wisata alam yang banyak tersebar di Gunungkidul adalah air terjun. Banyak sekali air terjun yang masih asri dan belum dikembangkan menjadi lokasi wisata. Contohnya Air Terjun Banyunibo yang dalam bahasa jawa berarti air yang jatuh. Meski memiliki kesamaan nama dengan air terjun banyunibo yang berada di Pajangan, Bantul, namun keduanya tidak ada kaitannya sama sekali.

Air Terjun Banyunibo berlokasi di Dusun Batur, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Gunungkidul. Air terjun Banyunibo muncul setelah dikembangkannya desa wisata Bobung yang menjadikan air terjun Banyunibo satu dengan paket wisata yang ditawarkan desa wisata Bobung. Sejak saat itu lah akses menuju Air Terjun Banyunibo diperbaiki dan dibangun beberapa fasilitas untuk wisatawan.

Akses menuju lokasi air terjuna cukup mudah. Dari jalan utama penghubung Kota Yogyakarta dan Wonosari, setelah menaiki bukit patuk ikuti jalan sampai menemui papan petunjuk arah Desa Wisata Bobung. Setelah masuk arah desa Bobung, lanjutkan perjalanan sampai tiba di Dusun Batur. Dari sini perjalanan masuk melewati perkampungan penduduk hingga tiba di area parkir Air Terjun Banyunibo.

Sepanjang perjalanan dari area parkir menuju air terjun, wisatawan akan disuguhi pemandangan cantik terasering persawahan milik warga setempat. Sampai tiba di lokasi, aliran air terjun memang tidak terlalu besar dan deras, namun membentuk aliran yang indah.

Sama seperti air terjun kebanyakan, debit aliran air terjun akan mengalir lebih deras ketika musim penghujan. Saat musim kering, aliran air terjun banyunibo tidak mengering, akan tetapi debit air menurun drastis, sehingga kebanyakan pengunjung lebih senang mengunjungi air terjun ini saat musim penghujan.

Air Terjun Banyunibo

Dusun Batur, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta

Retribusi

Tiket Masuk : Rp 3.000,-
Parkir Motor: Rp 2.000,-

22. MEGAHNYA PANORAMA MERAPI DAN EKSOTISNYA SUNSET DI EMBUNG TAMBAK BOYO



Salah satu Spot yang menawan untuk menikmati sunset yang menawan yaitu di Embung Tambakboyo.

Tentu bagi sebagian besar masyarakat kota Yogyakarta sudah mengenal embung Tambakboyo yang terletak di dusun Tambakboyo, Mancasan, Condongcatur, Depok Sleman ini.

Embung dengan luas sekitar 7,8 hektar tersebut, memiliki panorama alam yang indah dan menawan. Embung tersebut juga mempunyai volume tampungan genangan air sebanyak 400.000 meterkubik.

Di sore hari Suasana embung Tambak boyo tersebut sangat indah, selain itu banyak orang yang memanfaatkan tempat tersebut untuk berolahraga.

Matahari sore yang mulai menguning menyinari sisi-sisi bangunan embung dan permukaan air, memendarkan cahaya dari permukaan air menggaris yang indah.

Selain itu aktifitas para pemancing, juga menjadi pemandangan yang tak kalah menarik, para pemancing yang duduk dipinggir embung, dapat menjadi foto human interest yang menarik bagi pecinta fotografi.

Keramahan para pedagang di pinggir embung, dapat menjadi teman berbincang yang asyik bagi para pengunjung.

Sambil menunggu sunset, di sore yang cerah, anda juga dapat menikmati panorama gunung merapi yang megah di sisi utara embung.

Asap tipis yang keluar dari Merapi seolah memperlihatkan bahwa masih aktifnya gunung api tersebut.

23. MENIKMATI SUASANA MALAM DI PINUS PENGGER



Jogjakarta, dengan berbagai keunikannya menawarkan banyak hal menarik yang perlu kamu explore. Tidak hanya kulinernya, destinasi wisatanya, wisata alamnya, wisata malamnya juga perlu kamu jelajahi.

Nah.. beberapa waktu yang lalu, admin berkesempatan menikmati suasana malam yang bisa dibilang juga sebagai wisata malam di salah satu ujung Jogja. Hutan Pinus Pengger, tempat ini memang sudah cukup familiar, apalagi bagi mereka yang aktif menjadi pengguna media sosial, tempat ini sudah banyak dikenal.


Sekitar 1 jam-an kamu bisa ke lokasi ini dari arah kota Jogja, bisa lewat Jl. Wonosari, ketika sampai Pathuk ambil jalan ke kanan, sekitar 4 km-an. Pas weekend ternyata banyak pengunjungnya, ada juga yang camping di area ini. Disini ada beberapa spot foto bagus, spot tangan raksasa, spot rumah indian, dari tempat ini kita bisa lihat keindahan kerlap kerlip lampu kota Jogja. Jangan lupa bawa jaket ya, karena ternyata lumayan dingin cuacanya.

Untuk menikmati tempat ini, kamu tidak perlu merogoh kocek banyak, cukup bayar parkir motor 2 ribu rupiah, dan pengunjung dikenakan retribusi 2.500, untuk spot foto di setiap spotnya kamu cukup mengisi kas seikhlasnya, namun disediakan juga jasa foto dengan copy file per filenya 4 ribu rupiah.

24. SERIBU BATU SONGGO LANGIT



Salah satu yang sedang heboh di media sosial yaitu adalah Seribu Batu Songgo Langit. Terletak di dusun Sukorame Mangunan, Dlingo, Bantul, Seribu Batu Songgo Langit merupakan destinasi wisata dengan panorama alam hutan pinus dan ambience-ambience unik untuk berfoto.

Seribu Batu Songgo Langit baru mulai ramai oleh pengunjung, serta warung-warung mulai aktif beroperasi pada Maret 2017.“Ambience-ambience untuk spot berfoto baru jadi pada maret 2017 kemarin, Ambience seperti rumah Hobit, rumah Kukusan serta rumah Seribu Kayu Negeri Dongeng, yang menjadikan tempat ini ramai dan memiliki daya tarik para pengunjung.

Tempat wisata baru yang masih di bawah pengelolaan koperasi Notowono tersebut, dikelola sendiri oleh masyarakat sekitar yaitu masyarakat pedukuhan Sukorame.

Walau begitu tempat parkir yang luas serta nyaman di tempat tersebut adalah Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dari Gubernur DIY yang mendukung penuh eksistensi tempat wisata Seribu Batu Songgo Langit tersebut.

Mulai ramai pengunjung sejak bulan Maret 2017, Tempat wisata tersebut sudah bekerjasama dengan dinas Kehutanan DIY sejak 31 Januari 2017 lalu.

25. PUNCAK MENWA TEMBELAN MAGUNAN DLINGO



Satu lagi tempat wisata yang sedang hits di bantul Yogyakarta. Tempat wisata ini bernama puncak menwa tembelan. Lokasi wisata puncak menwa tembelan berada di sebelah timur obyek wisata kebun buah mangunan. Untuk mencapai lokasi wisata puncak menwa tembelan kita bisa menggunakan sepeda motor atau mobil.


Ada dua rute jalan yang mudah untuk menuju puncak menwa tembelan dari yogyakarta.

Rute pertama : dari terminal giwangan – jl imogiri timur ikuti jalan terus sampai di pasar imogiri, belok kiri arah makam raja-raja imogiri, ada pertigaan belok kanan arah hutan pinus mangunan, sampa di pertigaan mangunan ambil kanan arah kebun buah mangunan, ikuti jalan terus sampai ada petunjuk bertuliskan jurang tembelan.

Rute kedua : dari kota yogyakarta – jl imogiri barat ikuti jalan terus sampai di pasar barongan, belok kiri arah makam raja-raja imogiri, ada pertigaan belok kanan arah hutan pinus mangunan, sampai di pertigaan mangunan ambil kanan arah kebun buah mangunan, ikuti jalan terus sampai ada petunjuk bertuliskan jurang tembelan.

Di lokasi wisata puncak menwa tembelan kita bisa menikmati indahnya pemandangan alam seperti berada di negeri diatas awan. Dengan menaiki gardu pandang yang terbuat dari susunan bambu kita bisa melihat indahnya hamparan perbukitan yang hijau dan aliran sungai oya. Gardu pandang ini menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berfoto. Dengan latar background pemandangan alam, menjadikan tempat ini lokasi yang pas untuk berselfie bagi para pengunjung. Tempat ini juga sangat cocok sekali untuk melihat indahnya sunrise dipagi hari.

26. MANGROVE KADILANGU KULON PROGO




Penasaran melihat Menara Kadilangu di atas air ???


Dengan ketinggian 20 Meter menggunakan bahan bambu dan dikerjakan dengan tenaga masyarakat setempat alias “Gotong-royong” .

Menara ini masih jauh dari sempurna, tetapi menara ini dibangun dengan tiang kebersamaan, papan keikhlasan dan ditali dengan doa..Dengan anggaran jutaan tetes keringat warga dusun pasir kadilanguLokasi : Mangrove Pantai Pasir Kadilangu, Kulon Progo.

27. GOA KISKENDO


Gugusan Pegunungan Menoreh yang menjadi sabuk keindahan bagi Kabupaten Kulon Progo bagaikan lampu ajaib yang menyimpan banyak potensi belum tergarap. Tidak beda dengan Aladin ketika menggosokan kedua tangannya muncul keajaiban dari lampunya begitu juga dengan gugusan Pegunungan Menoreh yang belum banyak dikembangakan untuk diolah menjadi objek wisata alam. Salah satunya adalah keindahan goa kiskendo di perbukitan Kulon Progo.

Lokasi Goa Kiskendo

Goa Kiskendo yang menjadi salah satu pesona dari Pegunungan Menoreh yang terletak 1200 m dpl yang berhawa segar dan berjarak 35 km arah barat laut Yogyakarta. Akses menuju tempat ini bisa dilalui dengan kendaraan roda dua dan roda empat berukuran kecil saja yang dapat sampai di objek wisata ini. Untuk mendapatkan pengalaman wisata perbukitan dengan menyusuri jalan, wisatawan bisa menggunakan bis besar dan berhenti di desa Niten, dekat kantor Kecamatan Giri Mulyo, sekitar 8 km dari goa. Selain dengan kendaraan bermotor, area ini juga sering dijadikan destinasi para pesepeda yang ingin berjelajah di perbukitan menoreh. Tapi anda harus mempersiapkan stamina untuk menahlukkan trek mananjak disini.

Memasuki areal pertamanan Goa Kiskendo kita akan disambut dengan anak tangga yang menjadi kisah awal objek wisata ini. Dari pintu masuk kita menuruni tangga yang berkelok menuju mulut Goa Kiskendo. Terdapat anjungan permainan seperti jungkat jungkit, seluncuran dan permaian memanjat. Selain objek wisata goa, ditempat ini sangat cocok untuk wisata alam berbentuk perkemahan karena didukung dengan bumi perkemahan yang terdapat di bagian atas dan bawah.

28. WISATA KALIURANG


Wisata Kaliurang adalah objek wisata andalan Kabupaten Sleman yang berada di lereng selatan Merapi. Kawasan wisata ini terletak di bagian utara Provinsi DIY, 25 km dari Kota Yogyakarta. Tepatnya Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman. Jika dibandingkan dengan kawasan wisata yang serupa di luar DIY, Kaliurang mirip dengan kawasan Puncak di Bogor. Berikut akan kita bahas kenapa harus berkunjung ke kawasan wisata kaliurang.

Sejarah Kawasan Wisata Kaliurang

Kawasan Kaliurang sudah dipandang sebagai tujuan wisata sejak zaman penjajahan Belanda. Pada abad 19, para ahli geologi Belanda yang tinggal di Yogyakarta bermaksud mencari tempat peristirahatan bagi keluarga mereka. Ketika mereka sampai di Kaliurang, mereka terpesona dengan keindahan dan kesejukannya. Para geolog Belanda itu pun membangun bungalow-bungalow di Kaliurang.

Setelah Belanda meninggalkan Indonesia, Kaliurang tetap dijadikan tempat peristirahatan. Banyak perusahaan dan instansi mendirikan wisma di Kaliurang. Pada awalnya, wisma-wisma tersebut hanya digunakan untuk kepentingan perusahaan atau instansi. Namun kemudian disewakan untuk masyarakat luas. Setelah semakin ramai dan berkembang, Kaliurang pun akhirnya dilengkapi berbagai fasilitas wisata.

Fasilitas di Kawasan Wisata Kaliurang

Berada 900 meter diatas permukaan laut membuat udara di Kaliurang sejuk dan segar. Suhunya berkisar 20-25 derajat celcius. Dari Kaliurang, puncak Merapi nampak jelas walau terkadang diselimuti kabut. Di Kaliurang, pengunjung dapat bermain di Taman Rekreasi Kaliurang. Terlebih bagi yang membawa anak-anak, Taman Rekreasi Kaliurang bisa jadi tempat favorit bagi anak-anak. Sekitar 300 meter ke arah timur laut dari taman rekreasi terdapat Taman Wisata Plawangan Turgo. Di kawasan taman wisata ini terdapat kolam renang Tlogo Putri yang airnya berasal dari mata air di lereng Bukit Plawangan. Di samping keindahan alam, Kaliurang juga menyimpan kekayaan sejarah. Diantaranya adalah Wisma Kaliurang dan Pesangrahan Dalem Ngeksigondo milik Kraton yang pernah dipakai sebagai tempat berlangsungnya Komisi Tiga Negara. Atau Museum Ullen Sentalu yang sebagian bangunannya berada di bawah tanah.

Selain taman rekreasi, berbagai faslitas lain tersedia di Kaliurang. Diantaranya kereta kelinci, gardu pandang, pos pengamatan Merapi, area perkemahan, dan rumah ibadah. Jika anda ingin bermalam, tersedia pula berbagai penginapan.

Tiket Masuk Kaliurang

Biaya masuk ke Kaliurang Rp 2000 untuk dewasa dan Rp 1000 untuk anak-anak. Pada hari libur Rp 3000 dewasa dan Rp 1500 untuk anak. Untuk kendaraan juga dikenakan biaya masuk, yaitu Rp. 1000 untuk motor dan Rp. 2000 untuk mobil Rp. 3000 untuk bus atau truk.

29. MENIKMATI WADUK SERMO DARI BUKIT PETHU


Perbukitan Menoreh Kulon progo memang menyimpan potensi wisata alam yang sangat besar. Salah satu lokasi wisata populer yang ada di kawasan Perbukitan Menoreh adalah Waduk Sermo.


Waduk Sermo sendiri merupakan waduk buatan yang diresmikan pada tahun 1996. Lokasinya yang dikelilingi perbukitan Menoreh dengan pemandangan hijau dan udaranya yang sejuk menjadi pilihan para wisatawan yang ingin rehat sejenak dari hiruk pikuk kota.

Ada banyak cara menikmati keindahan Waduk Sermo, bisa dari dekat yaitu dengan menyewa perahu mengitari waduk, atau dengan selfie dari Kalibiru.

Mengikuti jejak Kalibiru yang sukses dengan spot selfie yang menjadikan Waduk Sermo sebagai backgroundnya, kini pengelola Waduk Sermo juga memiliki spot selfie yang berada di pinggiran waduk.

Pertama kali ide ini tercetus dari anggota karang taruna Dusun Tegalrejo. Mereka terinspirasi dari spot selfie yang ada di Kalibiru. Ide tersebut akhirnya terealisasi dengan obyek wisata yang bernama Pesona Bukit Pethu Waduk Sermo yang menjadikan dua gardu pandang langsung menghadap ke Waduk Sermo sebagai ikonnya.

Ide Bukit Pethu ini juga muncul sebagai alternative wisata bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan waduk tanpa harus mengelilingi waduk dengan perahu. Dua gardu pandang yang disediakan masing-masing memiliki tinggi kurang lebi 2,5 meter. Pengunjung dapat menggunakan gardu pandang tersebut sebagai tempat foto dengan waduk sermo dan perbukitan Menoreh sebagai backgroundnnya.

Untuk menjaga keamanan pengunjung, di masing-masing gardu pandang telah disediakan alat pengaman. Sedangkan biaya untuk menaiki gardu pandang, setiap pengunjung dikenai biaya Rp 5ribu per orang. Disamping itu, pengelola juga menyediakan jasa foto dengan tariff Rp. 5ribu rupiah per foto, dengan minimal order 3 foto.

Untuk menambah kenyamanan, pengelola menyediakan beberapa gazebo untuk para pengunjung bersantai. Di sekitar bukit juga terdapat beberapa penjual makanan dan minuman.

Pengunjung dapat mengunjungi Bukit Pethu setiap hari mulai pukul 8 pagi sampai 5 sore. Untuk menuju Bukit Pethu, pengunjung cukup mengitari jalan lingkar Waduk Sermo dan mengikuti papan petunjuk yang telah disiapkan pengelola.

30. TAMAN BAMBU AIR SERMO


Semakin populernya tren selfie di tempat-tempat wisata tentu secara tidak langsung ikut mempromosikan tempat wisata yang ada. Melihat adanya peluang promosi gratis ini, banyak pengelola tempat wisata yang berlomba-lomba membuat lokasi wisata yang mereka kelola semenarik mungkin. Salah satunya dengan membuat spot-spot untuk berfoto.

Waduk Sermo, salah satu wisata yang berada di perbukitan Menoreh ini pun tidak mau ketinggalan untuk semakin gencar mempromosikan wisatanya. Dengan ide-ide kreatif dari Kelompok Pemuda Nggunung, maka munculah konsep spot untuk selfie yang berbeda dari spot-spot selfie yang sudah ada. Dari realisasi konsep unik tersebut, maka muncul Taman Bambu Air Sermo.

Taman Bambu Air Sermo dibuat dari drum-drum plastik bekas yang disusun, yang di atasnya diberi susunan lantai bambu. Agar semakin menarik, ditambahkan juga berbagai property pendukung seperti bangku, beberapa tanaman dalam pot, bambu yang dibentuk seperti gapura, dan sepeda ontel. Yang membuat spot selfie semakin menarik adalah dengan menjadikan Waduk Sermo sebagai backgroundnya.

Taman Bambu Air Sermo lokasinya berada di tengah Waduk Sermo, karena itu untuk menuju ke lokasi, pengunjung harus menggunakan perahu yang setiap orangnya cukup membayar Rp5.000 saja. Untuk mengantisipasi sinar matahari yang cukup menyengat, pengelola menyediakan caping serta payung untuk pengunjung. Setelah diantar menuju spot selfie, pengunjung akan diberi waktu sekitar 10 menit untuk berfoto-foto ria.

31.  HUTAN MANGROVE CONGOT KULON PROGO


Hutan Mangrove Congot Kulon Progo berada di daerah Jangkaran, Kulon Progo, tepatnya di perbatasan Jogja-Purworejo. Pintu masuk menuju kawasan hutan mangrove berada di Jalan Daendels, sekitar 300 meter dari Jembatan Congot.


ASAL USUL HUTAN MANGROVE CONGOT

Hutan mangrove yang memanjang ke arah barat Sungai Bogowonto ini awalnya di kelola oleh seorang mahasiswa S2 UGM yang biasa dipanggil oleh warga sekitar dengan sebutan Cut.? Awalnya Beliau menanam mangrove sebagai penelitian S2-nya di UGM. Dan hingga kini hutan mangrove bermanfaat untuk mencegah abrasi dan terus berkembang menjadi objek wisata.

Sampai sekarang, setidaknya ada empat area wisata di kawasan Hutan Mangrove Congot Kulon Progo, yaitu Jembatan Api Api, Pantai Pasir Kadilangu, Wanatirta Pasir Mendit, dan Maju Lestari. Dari ke-empat spot wisata tersebut, Jembatan Api Api lah yang paling nge-hits. Ini bisa dilihat dari banyaknya postingan dari hashtag #jembatanapiapi. Nama Jembatan Api Api sendiri diambil salah satu jenis mangrove yang ditanam di kawasan hutan mangrove tersebut.

Tiket masuk Hutan Mangrove berbeda di setiap spot wisatanya. Untuk tiket masuk Jembatan Api Api sendiri 4000/orang, sedangkan untuk parkir 5000/mobil dan 2000/motor.

Untuk menjelajahi Hutan Mangrove Congot, pengunjung bisa berjalan-jalan di jembatan bambu telah disediakan pengelola. Disini juga disediakan beberapa spot yang bisa digunakan untuk tempat berfoto untuk para pengunjung. Namun spot paling hits yang digandrungi para anak muda adalah jembatan utamanya. Kamu juga bisa mengelilingi hutan mangrove menggunakan perahu lho. Kamu cukup membayar 5000/orang, kamu bisa puas menikmati hijau dan sejuknya pemandangan hutan mangrove.

AKSES JALAN MENUJU HUTAN MANGROVE

Akses menuju Hutan Mangrove Congot cukup mudah. Dari kota Jogja ambil arah menuju jalan Jogja-Wates, sampai di pertigaan terminal wates lalu ambil kiri kira-kira 10 km dari terminal wates. Sampai bertemu pertigaan berbentuk huruf (Y) ambil kiri, lurus sampai di Jembatan Congot. Dari situ terus kea rah barat, sekitar 100 meter di kiri jalan ada papan nama Dusun Pasir Mendit, dan kamu tinggal mengikuti petunjuk arahnya.

32.  CURUG KEMBANG SOKA


Curug Kembang Soka merupakan salah satu gugusan air terjun yang berada di perbukitan Menoreh, tidak jauh dari Goa Kiskendo. Objek wisata ini sedang ramai didatangi masyarakat, walau belum dikelola secara maksimal, pengelolaan ini masih dilakukan oleh warga sekitar.

Fasilitas di air terjun ini sangat minim sekali dari kata memadai, lokasi parkir, kamar mandi, tempat istirahat, dan akses jalan yang sulit. Menurut Giyono Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Curug Kembang Soka memang belum siap 100% karena memang baru dibuka sekitar dua bulan ini. Ia juga mengaku bahwa warga ingin memperbaiki akses jalan, namun terkendala dengan banyaknya pengunjung yang datang.

Lokasi Curug Kembang Soka

Lokasi air terjun Kembang Soka berada di antara dua dusun, yaitu dusun Gunung Kelir dan dusun Kembang Soka, Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo. Perjalanan menuju air terjun ini dilalui dengan mengikuti rute jalan Godean kemudian lurus ke arah barat hingga perempatan Kenteng. Kemudian lurus ke arah barat goa Kiskendo dan sampai di pasar Jonggrangan. Setelah dari sana, kita tinggal mengikuti papan petunjuk yang ada. Untuk berkunjung ke Kembang Soka, Air Terjun di Kulonprogo, tiket masuk dipatok Rp 3.000,- per orang. 

33. AIR TERJUN SETAWING


Air terjun Setawing Jonggrangan sering juga disebut oleh warga sekitar dengan grojogan/curug Ngisor Tawing, karena grojogan ( air terjun ) ini berada di bawah tawing ( tebing) yang kemudian dinamai Curug Setawing. Air terjun ini berada kurang lebih 500 m dari Pasar Jonggrangan, akses jalan menuju air terjun ini berupa jalan setapak cor semen. lokasi air terjun dari tempat parkir motor kurang lebih berjarak 100 m. sebenarnya motor bisa dibawa sampai ke bawah air terjun, namun demi keamanan dan kenyamanan bersama lebih baik dititipkan di area parkir yang sudah tersedia.

Asal mula Air Terjun Setawing

Disepanjang jalan menuju lokasi kita bisa menikmati hijaunya pepohonan yang berada disekitar dan area sawah yang tidak terlalu luas. Air terjun ini berasal dari berbagai sumber mata air yang berada di atasnya, bentuk dari air terjun ini menyerupai anak tangga (berundak) dari atas memiliki 3x undakan sehingga efek air yang turun tidak langsung jatuh kebawah, namun dari undakan pertama menabrak undakan yang kedua dan kemudian ke bawah, sehingga efek percikan air menyebar dan hembusan anginnya sangat terasa. namun kendala dari air terjun ini ialah debit air yang tidak selalu deras.

Debit air yang banyak akan terjadi? ketika musim penghujan tiba, dengan kata lain bisa dibilang air terjun musiman. Ketika kemarau air hanya kecil dikarenakan sumber mata air yang berada diatasnya sudah habis untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari. Untuk kedepannya mungkin bisa dengan melakukan rekayasa air dari atas agar debit air bisa tersedia terus. Air terjun ini resmi dibuka untuk wisata mulai dari akhir tahun 2014.

34.  GROJOGAN SEWU KULON PROGO


Perbukitan Menoreh memiliki banyak potensi yang tersembunyi di balik rerimbunan pepohonan yang tumbuh berkembang di sepanjang gugusan bukitan ini. Seperti halnya yang digambarkan oleh SH Mintardja dalam novelnya Api di Bukit Menoreh, perbukitan ini masih menyimpan potensi yang bisa dikembangkan oleh penduduk yang mendiaminya dengan kekuatan lokal yang sesuai budaya yang masyarakat sekitar. Dibalik tingginya gugusan pegungunan seribu, Bukit Menoreh menampilan keindahananya berupa Grojogan Sewu Kulon Progo yang memiliki banyak trap atau tingkatan sehingga banyak orang menyebutnya Grojogan Sewu. Sebuah wahana wisata baru yang terletak di dusun Beteng, desa Jatimulyo, kec. Girimulyo, kab. Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Lokasi Grojogan Sewu Kulon Progo

Titik keberangkatan menuju lokasi ini kita mulai dari Tugu Yogyakarta untuk memudahkan menuju Grojogan Sewu Kulon Progo. Setelah itu perjalanan kita lanjutkan menuju arah Pasar Godean, setelah sampai disana terus saja hingga perempatan Kenteng.

Setelah sampai di perempatan Kenteng, ambil arah lurus saja menuju jalan menanjak, setelah itu menemukan tanjakan ringin (begitu menyebutnya). Ikuti jalan tersebut menuju Pasar Jonggrangan, setelah itu kita lurus aja, sebelum naik menuju Goa Kiskendo ada palang kecil disebelah kiri bertuliskan Grojogan Sewu. Ikuti jalan tersebut, tidak usah bingung banyak penunjuk arah memudahkan kita sampai lokasi.

Perjalanan panjang penuh lika-liku terbayar sudah dengan keindahan Grojogan Sewu, di tempat ini kita bisa merasakan sambutan alam yang indah. Suara tongkerat saling bersahut-sahutan dengan deru suara keras air terjun yang membahana di sini. Jalan setapak yang mengantar kita disini pun masih alami dan syahdu bersatu dengan alam.

Sesampainya di bawah air terjun kita tetap menjaga konsentrasi karena medan yang terjal serta berbahaya bagi keselamatan pengunjung. Di sini kita bisa memilih tempat-tempat yang menurut kita enak untuk tempat duduk menikmati indahnya pemandangan dan suasanya Grojogan Sewu.

35. CURUG LUWENG SAMPANG 


Garis-garis lengkung mengikuti struktur dan bentuk batu membuah harmoni yang pas di batu-batu besar tersebut. Bagai sebuah simfoni musik, alur atau garis tersebut membentuk pola seragam seakan-akan dibentuk oleh tangan-tangan manusia dengan karya, karsa, cipta dan rasa. Itulah gambaran pertama yang mengesankan saya ketika pertama kalinya datang di Curug Luweng Sampang. Dua buah batu besar mengapit saluran kecil air terjun yang tidak pernah berhenti bersuara dengan gemericik air yang deras dan indah.

Curug Luweng Sampang memiliki tinggi kurang lebih 5 meter, dengan lebar kurang lebih 1,5 meter. Kanan kirinya merupakan bebatuan besar hingga mirip dengan bukit kecil. Keunikan pola bebatuan Curung Luweng Sampang memiliki kemiripan di Antelope Canyon, Amerika Serikat yang membedakannya pada warna bebatuannya.

Lokasi Curug Luweng Sampang

Secara administrasi, Curug Luweng Sampang berada di Dusun Karangasem, Sampang, Gedangsari, Gunungkidul, DIY. Rute perjalanan menuju tempat ini lebih mudah dijangkau melalui Jalan Jogja-Solo dikarenakan jalannya yang rata dan minim tanjakan yang berkelok-kelok. Pada umunya masyarakat yang pernah berkunjung di curug ini memilih rute dari Jogja melewati jalan Jogja-Solo menuju arah kecamatan Ganti Warno. Ikuti arah jalan tersebut kira-kira ke arah tenggara nanti anda akan sampai ke desa Sampang ini. Jika anda merasa bingung jangan malu bertanya kepada warga sekitar yang ada disana.

Sesampainya di Luweng Sampang kita disuguhkan pemandangan yang menarik, terutama motif batu batuannya, mungkin karena batu tersebut sudah cukup lama terkena air jadi tergerus mengikuti aliran air. Dua air terjun akan menyapa kita dengan gemericik suaranya serta membuka mata kita melalui keindahan bebatuannya yang terus setia menjalani perannya sebagai jalur aliran air sungai tersebut.

Dibalik Curug Luweng Sampang terdapat terowongan kecil yang konon ceritanya sebagai tempat pertapaan Sunan Kalijogo. Cerita ini saya dapatkan dari mbah Legiman, salah satu warga sekitar yang diberikan tanggungjawab untuk menjaga Curug Luweng Sampang. Menurut lelaki usia 75 tahun, Luweng Sampang tetap aman walaupun diterjang banjir, karena letaknya lebih tinggi dari aliran sungai tersebut. Bagi Mbah Legiman, keberadaan air terjun ini merupakan hadiah dari Tuhan yang harus dia jaga kelestariannya serta kebersihannya.

36. HUTAN WANAGAMA GUNUNG KIDUL


Bermula dari sebuah harapan untuk mengembangkan kawasan hijau yang berada di tengah-tengah tanah tandus di daerah Playen Gunung Kidul. Harapan itu dimunculkan oleh Prof. Oemi Hanin Suseno pada tahun 1964. Dengan modal pribadi beliau ingin mempertahanakan keanekaragaman hayati di kawasan hutan tersebut.

Jenis-jenis pohon yang ada di Hutan Wanagama

Di tahun 1964 Wanagama hanyalah hutan dengan luas 10 ha dan tidak memiliki banyak keanekaragaman hayati. Usaha yang tidak mengenal kata menyerah akhirnya membuahkan hasil. Sekarang ini luas hutan Wanagama menjadi 600 ha dan memiliki berbagai jenis pohon, seperti pinus (Pinus merkusii), eboni (Diospyros celebica) Kayu Hitam dari Sulawesi, cendana (Santalum album) Pohon Wangi, murbei (Morus Alba) dan jati (Tectona grandis).

Kawasan ini dilintasi oleh tiga aliran sungai seperti Oya, Sendang Ayu dan Banyutibo. Saya sempat menjejakkan kaki di Sendang Ayu berada di kaki bukit. Airnya jernih dan sering menjadi konsumsi bagi masyarakat sekitar hutan wanagama. Perpaduan pepohonan dan aliran sungai yang tenang menjadi sebuah penyejujk jiwa yang tenang di tengah terik matahari.

Kawasan Hutan ini mempunyai kekayaan Flora dan Fauna. Berbagai tanaman dari beberapa daerah dapat dijumpai di sini. Lengkapnya ada sekitar 550 jenis tanaman. Di antaranya, pohon akasia, pohon yang banyak digunakan dalam industri kertas, Pohon Kayu putih, sebagai bahan dasar pembuatan minyak kayu putih, Pohon pinus yang biasanya dijumpai di Sumatera, Pohon Eboni yang berasal dari Sulawesi, pohon Murbei, pohon wangi dan Pohon Jati. Salah satu di antara pohon jati di hutan ini mempunyai sejarah yang tentu saja membanggakan. Pohon ini di tanam oleh Pangeran Charles saat beliau berkunjung pada tahun 1989. Selain itu aneka fauna hidup tenteram di kawasan hutan lindung yang saat ini menjadi pusat penelitian fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Berbagai repilia khas penghuni hutan, unggas dan kera.

Di dalam kawasan hutan Wanagama dibangun sebuah aula atau pendopo yang sering digunakan untuk berbagai acara dan sebagai tempat peristirahatan para wisatawan. Terdapat juga tempat perkemahan dengan sarana pendukung yang cukup lengkap seperti air yang bersih untuk MCK, listrik, dan keamanan yang terjamin.

37.  CURUG JURANG GEDHE


Curug Jurang Gede bisa menjadi salah satu tujuan agenda liburan kamu. Curug Jurang Gedhe merupakan objek wisata yang layak untuk dikunjungi selain objek wisata yang sudah memiliki nama di Kabupaten Gunung Kidul. Air terjun setinggi 30 meter ini terletak tidak jauh dari Gunung Api Purba Nglanggeran. Objek wisata ini paling cocok bagi wisatawan yang gemar berpetualang dan suka tantangan.


Lokasi Curug Jurang Gedhe

Curug Jurang Gedhe berlokasi di Dusun Gembyong, Ngoro-ngoro, Patuk, Gunungkidul atau berjarak 12 km dari Kecamatan Pathuk atau dapat ditempuh selama satu jam perjalanan dari Kota Yogyakarta. Objek wisata alam ini layak menjadi tujuan wisata selain Gunung Api Purba Nglanggeran. Potensi keindahan objek ini menawarkan wisata penjelajahan dengan menaiki bukit yang curam.

Menikmati indahnya air terjun Jurang Gedhe bukanlah hal yang sulit karena warga setempat sudah memberikan papan penunjuk jalan yang dapat menjadi pemandu bagi wisatawan untuk mencapai tempat tersebut. Setelah melalui perjalanan melewati jalan aspal, memasuki desa Gembyong, wisatawan akan disuguhi pemandangan pematang sawah nan hijau dengan jalan yang hanya di semen tetapi cukup aman baik bagi kendaraan roda dua maupun empat.

38. CURUG BANYU NIBO BANTUL


Kabupaten Bantul memiliki ragam pilihan bagi wisatawan untuk menikmati keindahannya, dari wisata kuliner, wisata pantai di pesisir selatan, menikmati suasana pedesaan yang tenang, kuliner tradisionalnya yang memanjakan lidah, dn aneka ragam kerajinan dari berbagai jenis. Selain itu juga ada wisata yang relatif baru muncul yaitu Curug Banyunibo. Seperti apa suasana di Curug yang berada di sebelah barat Kabupaten Bantul ini? Simak ulasannya berikut ini.

Lokasi Curug Banyunibo

Pada kesempatan kali ini, tim kotajogja.com menikmati wisata air yang berada tidak jauh dari Desa Krebet penghasil kerajinan kayu dengan motif batiknya yang sudah terkenal di seantero Indonesia bahkan dunia. Nama tempat tersebut adalah Curug Banyunibo, secara administratif berada di Dusun Kabrokan Kulon, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul.

Menuju Curug Banyunibo

Rute menuju lokasi Curug Banyunibo sangatlah mudah, cukup susuri ring road selatan menuju daerah pabrik gula Madukismo, dilanjutkan menuju Desa Krebet. Dari patung Semar di Desa Krebet arahkan kendaraan ke kiri, lurus ikuti jalan hingga menemukan pertigaan lalu belok ke kanan. Petunjuk arah menuju Curug Banyunibo terlihat kecil, butuh sedikit kejelian, jika tidak mau tersasar silahkan bertanya kepada penduduk sekitar. Pada musim kemarau debit air cenderung kecil, sedangkan pada musim penghujan debit air curug relatif cukup besar.

39. PUNCAK SUROLOYO



Bukit yang berdiri di selatan Candi Borobudur memiliki ketinggian kurang lebih 2000 m dpl, di bukit tertinggi puncak Suroloyo keempat gunung besar di Jawa Tengah (Merapi, Merbabu, Sumbing dan Sindoro) bisa kita lihat dengan jelas, tidak ketinggalan pula kita bisa meneropong Candi Borobudur dari tempat ini.


Menuju Puncak Suroloyo

Untuk mencapai lokasi perbukitan Suroloyo ini, kita akan menemukan banyak tanjakan serta kelokan yang mengasyikan dan penuh tantangan. Dua jalur bisa rute dapat kita pilih, rute pertama dari Jalan Godean, Sentolo, Kalibawang dan rute kedua dari Jalan Magelang, Pasar Muntilan, Kalibawang. Rute pertama lebih baik dipilih karena akan membawa anda lebih cepat sampai. Tentu anda mesti berada dalam kondisi fisik prima, demikian juga kendaraan yang mesti berisi bahan bakar penuh serta bila perlu membawa ban cadangan.

Tanda telah sampai di bukti ini, terdapat tiga buah gardu pandang yang secara umum disebut pertapaan, masing-masing memiliki nama Suroloyo, Sariloyo dan Kaendran. Pertapaan yang kita jumpai pertama kali yaitu Suroloyo, untuk mencapai tempat tersebut kita melewati 290 anak tangga dengan kemiringan 350 sampai 600 derajat. Mencapai puncak ini kita bisa melihat Candi Borobudur, Gunung Merapi dan Merbabu serta pemandangan Kota Magelang bila kabut tidak turun.

Legenda di Puncak Suroloyo

Bukit Suroloyo ini merupakan tempat yang menyimpan cerita legenda yang mengkisahkan seorang Raden Mas Rangsang yang kemudian hari bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo bertapa untuk menjalankan wangsit yang datang padanya. Dalam cerita Serat Cebolek yang ditulis pada abad 18 oleh Ngabehi Yosodipuro, Sultan Agung mendapat dua wangsit, pertama untuk meraih cita-citanya sebagai penguasa tanah Jawa beliau harus berjalan ke arah barat Kotagede hingga Pegunungan Menoreh, dan kedua Ia harus melakukan topo broto agar bisa menjadi penguasa.

Menuju pertapaan lain, anda akan melihat pemandangan yang berbeda pula. Di puncak Sariloyo yang terletak 200 meter barat pertapaan Suroloyo, anda akan melihat Gunung Sumbing dan Sindoro dengan lebih jelas. Sebelum mencapai pertapaan itu, anda bisa melihat tugu pembatas propinsi DIY dengan Jawa Tengah yang berdiri di tanah datar Tegal Kepanasan. Dari pertapaan Sariloyo, bila berjalan 250 meter dan naik ke pertapaan Kaendran, anda akan dapat melihat pemandangan kota Kulon Progo dan keindahan Pantai Glagah.

Usai melihat pemandangan di ketiga pertapaan, anda bisa berkeliling wilayah Puncak Suroloyo dan melihat aktivitas penduduk di pagi hari. Biasanya, mulai sekitar pukul 5 pagi penduduk sudah berangkat ke sawah sambil menghisap rokok linting. Bila anda berjalan di dekat para penduduk itu, aroma sedap kemenyan akan menyapa indra penciuman sebab kebanyakan pria yang merokok mencampur tembakau linting dengan kemenyan untuk menyedapkan aroma.

Selain memiliki pemandangan yang mengagumkan, Puncak Suroloyo juga menyimpan mitos. Puncak ini diyakini sebagai kiblat pancering bumi (pusat dari empat penjuru) di tanah Jawa. Masyarakat setempat percaya bahwa puncak ini adalah pertemuan dua garis yang ditarik dari utara ke selatan dan dari arah barat ke timur Pulau Jawa. Dengan mitos, sejarah beserta pemandangan alamnya, tentu tempat ini sangat tepat untuk dikunjungi pada hari pertama di tahun baru.


40. GOA GLATIK LORONG SEWU, GUA TUJUH SUSUN DI GUNUNG KIDUL



Sebuah gua yang ditemukan warga Grogol II Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul pada 2014 silam, belum bisa beroperasi secara maksimal untuk pariwisata.

Gua yang tak jauh dari Gua Pindul tersebut adalah Gua Gelatik Lorong Sewu.

Sesepuh Gua Gelatik Lorong Sewu, dulunya ada cerita bahwa di daerah tersebut terdapat gua. Namun karena gua berada di bawah tanah, masyarakat sekitar penasaran dan melakukan penggalian pada 2014.

Terkait pemilihan nama Gua Gelatik Lorong Sewu,  dulunya ada banyak Burung Gelatik di sekitar gua. Setelah masyarakat sekitar berhasil menemukan gua dan menyusurinya, ternyata gua memiliki banyak lorong, yang pada akhirnya dinamakan Gua Gelatik Lorong Sewu.

Terkait medan di dalam gua,  tingkat kesulitannya terbagi dalam sedang dan sangat menantang. Pasalnya, gua tersebut memiliki jalur horizontal dan juga vertikal

Sementara ini, baru 350 meter yang telah dieksplore warga sekitar. Belum semuanya berhasil terkuak. Berhubung sirkulasi udara yang minim, pengunjung dibagi dalam satu kelompok yang berisi 10-15 orang, termasuk dengan pemandu. Durasi perjalanan di dalam gua hingga keluar adalah 1,5 jam.

41. PANTAI JUNGWOK



Selain keunikan alam yang ada di pantai selatan Gunungkidul, wisata pantai di Gunungkidul juga dikunjungi karena aktivitas yang bisa dilakukan di pantai tersebut. Contohnya saja snorkeling di Pantai Sadranan, Surfing di Pantai Wediombo, dan yang baru-baru ini booming adalah camping di pinggir pantai. 

Dari beberapa pantai yang biasa digunakan sebagai tempat berkemah, salah satu yang paling direkomendasikan dan menjadi langganan untuk berkemah adalah Pantai Jungwok.

Seperti khusus diperuntukan untuk berkemah, Pantai Jungwok memang berbeda dengan Pantai Indrayanti yang memiliki full fasilitas. Disini benar-benar sepi, sangat minim fasilitas, sehingga yang ada disini hanyalah hamparan pasir putih, ombak dan lautan luas, serta perbukitan hijau di sekitar pantai. Benar-benar terasa seperti pantai pribadi. 

Lokasi Pantai Jungwok Gunungkidul berada di sebelah timur kawasan Pantai Wediombo sejauh kurang lebih satu kilometer jadi kita bisa ambil rute menuju Pantai Wediombo. 

Dari Kota Yogyakarta, Pantai Jungwok berjarak sekitar 80 kilometer dengan waktu tempuh 2,5 jam perjalanan. Rute terdekat menuju Pantai Jungwok dari kota Yogyakarta dengan mengikuti jalan penghubung antara Yogyakarta-Piyungan-Patuk-Wonosari-Semanu-Jepitu-Pantai Jungwok (Pantai Wediombo). Dari tempat parkir kendaraan, lanjut menuju Pantai Jungwok dengan berjalan kaki melalui jalan setapak dan rimbunnya pohon pandan laut. Sesampainya disini kita akan disambut hamparan pasir putih dan sebuah pulau karang seperti di Pantai Drini. Namun bedanya pantai karang disini terlalu menjorok ke laut sehingga tidak bisa dikunjungi wisatawan. 

Ombak disini tidak terlalu besar karena terhalang pantai karang di sekitar pantai. Saat air surut, kita bisa melihat hamparan karang yang sangat luas. Di sisi pantai terdapat tebing karang dimana nelayan setempat mencari lobster yang nantinya dikumpulkan kepada pengepul yang kemudian di jual ke warung-warung makan di Pantai Baron dan Pantai Drini.

42. PANTAI SLILI



Menjelajah deretan pantai-pantai selatan di Gunungkidul memang tidak pernah habis. Selalu saja ada hal baru yang membuat sebuah pantai menarik banyak wisatawan. Dari semua pantai yang ada di Gunungkidul, sebagian besar memiliki garis pantai yang cukup panjang. Namun siapa sangka, diantara pantai-pantai tersebut terselip satu pantai mungil yang eksotis, Pantai Slili. 

Pantai Slili menyempil diantara Pantai Krakal dan Pantai Sadranan yang dipisahkan oleh dua bukit. Dijuluki pantai mungil karena pantai ini memiliki garis pantai yang tidak lebih dari 100 meter. Namun jangan salah, meski mungil, fasilitas di pantai ini sudah cukup memadai terlebih dengan warung-warung gazebo yang menjual berbagai makanan laut dan kelapa muda yang menjadi incaran wisatawan. 

Pantai Slili menjadi pilihan bagi mereka yang ingin bermain di pantai yang tidak terlalu ramai. Selain itu, disini juga menyediakan jasa snorkeling lengkap dengan alat dan pemandunya. 

Puas main air, wisatawan bisa naik ke bukit yang memisahkan Pantai Slili dan Pantai Sadranan sembari menikmati keindahan alam Gunungkidul dan sepoi-sepoi angin laut. Dari atas bukit akan terlihat deretan pantai-pantai pasir Gunungkidul, lautan biru yang terhampar luas, dan perbukitan hijau di pinggir pantai. Namun wisatawan disarankan untuk berhati-hati karena kurangnya pengamanan di atas bukit. 

Beberapa fasilitas pantai yang tersedia untuk wisatawan antara lain warung yang menyediakan makanan ringan maupun makan berat, tempat untuk bersih-bersih seperti kamar mandi dan toilet. Terdapat pula gazebo, tempat duduk untuk bersantai di pinggir pantai, dan penginapan bagi wisatawan yang ingin merasakan bagaimana rasanya bermalam di Pantai Slili. 

Pantai Slili terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul. Akses menuju Pantai Slili sudah tergolong bagus dan sangat nyaman dilalui kendaraan. Dari Kota Yogyakarta ambil arah menuju Wonosari kemudian berlanjut menuju Pantai Baron sampai menemukan loket pembayaran untuk masuk ke Pantai Baron. Dari tempat pembayaran tiket, belok kiri menuju arah Pantai Kukup. Perjalanan ini searah dengan Pantai Sepanjang, Pantai Drini, Pantai Ngandong dan Pantai Krakal. Di pertigaan Pantai Krakal kemudian belok kanan atau mengikuti petunjuk palang menuju Pantai Slili. Letak Pantai Slili tak jauh dari Pantai Krakal tepatnya sebelah barat Pantai Sadranan.

43. PANTAI WATU GUPIT



Bagi wisatawan yang ingin mencari pantai indah, masih sepi, dan lokasinya tidak terlalu jauh dari Kota Yogyakarta, Pantai Watugupit bisa menjadi pilihan.

Jika dilihat dari peta, Pantai Watugupit masih dalam deretan Pantai Parangtritis dan Pantai Parang Endog. Namun karena lokasinya yang terpisah oleh tebing tinggi, perjalanan menuju kesini pun tidak semudah ke Pantai Parang Endog yang bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki dari Pantai Parangtritis. 

Lokasi Pantai Watugupit berada di Desa Girijati, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul. Untuk menuju kesini, dari jalan utama Parangtritis terus ke arah Gunungkidul. Akan ada beberapa tanjakan curam sehingga pengemudi diharapkan untuk sangat berhati-hati. Sampai di tebing Watugupit perjalanan dilanjutkan ke Pantai Watugupit dengan melewati jalan yang cukup curam. 

Usaha menuju Pantai Watugupit akan sebanding dengan hasilnya yang didapat. Sampai disini, wisatawan akan disambut dengan hamparan pasir putih, deburan ombak, angin sepoi-sepoi dan birunya air laut. Namun, karena fasilitas yang masih minim, wisatawan bisa menyiapkan perbekalan seperti makanan, minuman, dan obat-obatan sendiri. 

Bagi wisatawan yang tidak membawa kendaraan pribadi, bisa menggunakan kendaraan umum dari Kota Yogyakarta menuju terminal bus kota Gunung kidul. Setelah itu melanjutkan dengan menggunakan ojek ataupun kendaraan pribadi anda menuju desa Girijati hingga sampai di lokasi Wisata Pantai Watugupit di Purwosari, Gunung Kidul.

44. PANTAI PARANG ENDOK



Meskipun belum banyak yang familiar dengan nama pantai ini, namun sebenarnya pantai ini sudah sangat dikenal oleh wisatawan terutama wisatawan yang datang ke Pantai Parangtritis. 

Jika kita datang ke Pantai Parangtritis, ketika menengok ke sebelah timur, pasti kita akan disuguhi dengan pantai yang bersebelahan dengan perbukitan hijau menjorok ke laut. Tidak banyak yang tau bahwa pantai tersebut bernama Pantai Parang Endog. Meskipun bersebelahan dengan Pantai Parangtritis, akan tetapi Pantai Parang Endog secara administrative masuk dalam wilayah Kabupaten Gunungkidul. 

Karakteristik Pantai Parang Endog dengan Pantai Parangtritis agak sedikit berbeda. Di Pantai Parang Endog, kita akan banyak menemui batu-batu karang berukuran besar berbentuk telur. Dari sini juga lah nama Parang Endog berasal. Selain bebatuan karang berukuran besar, kita juga akan disuguhi perbukitan hijau yang masuk dalam bagian dataran tinggi Pegunungan Seribu dan tebing tinggi di pinggir pantai bernama Tebing Watugupit. 

Untuk menuju kesini, wisatawan cukup berjalan ke arah timur dari Pantai Parangtritis. Lokasinya yang agak jauh dari area parkir kendaraan membuat pantai ini relative sepi dibanding Parangtritis. 

Tidak seperti Parangtritis, disini tidak ditemui warung-warung makanan. Yang ada hanyalah beberapa kursi yang beratapkan rumbia. Banyak yang mengira ini merupakan fasilitas gratis, namun saat wisatawan duduk, pemilik kursi akan mendatangi wisatawan dan meminta uang sewa sekitar 15ribu – 20ribu per-kursi. 

Ombak yang relative tenang dan tempat yang sepi sering dijadikan tempat favorit para pemancing ikan. Lokasinya yang tidak banyak orang lalu lalang juga sering dijadikan area sepak bola pantai oleh anak-anak muda yang datang kesini. Selain itu, Pantai Parang Endog juga menjadi lokasi event tahunan olahraga Paralayang yang diadakan rutin setiap tahun.

45. PANTAI DRINI



Pantai Drini merupakan salah satu pantai di deretan pantai selatan Gunungkidul yang banyak direkomendasikan di kalangan para wisatawan. Bagaimana tidak, dibandingkan dengan pantai-pantai lain yang kebanyakan hanya berupa pasir putih, Pantai Drini memiliki karakter sedikit berbeda, yaitu dengan adanya pulau karang kecil yang berada tidak jauh dari bibir pantai. 

Pantai Drini secara administrative berada di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, tepatnya di sebelah timur Pantai Sepanjang dan Pantai Baron. Pantai Drini ini juga masih berada satu jalur dengan beberapa pantai lainnya seperti Pantai Sundak, Pantai Krakal, dan Pantai Kukup. 

Selain adanya pulau karang yang cantik, Pantai Drini juga dikenal sebagai pantai dengan dua wajah. Di sebelah barat pantai akan terlihat perahu-perahu nelayan dan tempat pelelangan ikan sehingga membuatnya terlihat sedikit kumuh. Sedangkan jika menengok ke sebelah timur, pemandangan cantik berupa pasir putih, ombak yang tenang, dan perbukitan hijau. 

Dengan dua karakteristik berbeda inilah justru Pantai Drini banyak dikunjungi wisatawan. Setelah puas bermain di pantai, wisatawan bisa beristirahat di gazebo-gazebo sambil memesan minuman dan makanan yang tersedia di warung-warung pinggir pantai. Bahkan wisatawan bisa membeli hasil laut langsung dari nelayan dan bisa langsung dimasak di warung. 

Dengan karakter ombaknya yang tenang, Pantai Drini cocok sebagai tempat berlibur anak-anak. Pasir putihnya yang lembut dan perairan dangkal dengan air laut yang jernih memudahkan wisatawan bisa melihat kehidupan bawah air dengan mata telanjang. 

Diantara pantai dan pulau karang terdapat sungai kecil yang bisa disebrangi tanpa menggunakan perahu. Wisatawan bisa menaiki pulau karang melalui tangga beton dan jalan bambu dengan retribusi 1000 rupiah/orang. Namun wisatawan juga harus jeli melihat kapan air laut pasang agar tidak terjebak di pulau karang. 

Lokasi Pantai Drini berada di sebelah Pantai Baron. Jarak yang ditempuh dari Kota Yogyakarta sekitar 60 km yang memakan waktu kurang lebih 2-3 jam menggunakan kendaraan bermotor. Akses menuju Pantai Drini sudah cukup bagus dengan adanya jalan aspal menuju pantai. Fasilitas parkir juga cukup luas untuk menampung bus-bus pariwisata berukuran besar.

46. PANTAI KRAKAL



Pantai Krakal adalah pantai dengan pasir putih yang diselingi dengan karang. Krakal terbentang di ujung dari rangkaian pantai di sisi tenggara Gunungkidul, diantaranya Baron dan Kukup. Tepatnya di desa Ngestirejo, kecamatan Tanjungsari. Letaknya sekitar 38 km dari kota Jogja, dapat ditempuh antara dua sampai tiga jam. Dari Wonosari, ibukota Gunungkidul, hanya berjarak 21 km. 

Pantai Krakal tercipta melalui proses alam yang panjang. Dahulu, Krakal diyakini berada di dasar laut. Namun akibat pengangkatan kerak bumi, dasar laut itu semakin naik ke permukaan dan akhirnya menjadi daratan. Dengan begitu muncullah Krakal sebagai pantai yang unik.

Panjang pantai Krakal yang sampai 40.000 meter membuat pantai ini menjadi yang terpanjang di Gunungkidul. Beberapa pendapat bahkan tanpa ragu menyebut Krakal sebagai yang terindah. Sisi barat dan timurnya dibatasi dengan tebing karang. Selain menikmati keindahannya, pengunjung juga dapat bermain-main dengan ombak Krakal. Ada satu hal yang unik di Krakal, yaitu munculnya beragam ikan hias di waku tertentu. Ketika situasi laut sedang surut, muncullah ikan hias seperti Kepe, Bustum dan Pogat yang mempunyai ukuran besar serta ikan hias Tliger yang kecil. Munculnya ikan hias biasanya bersamaan dengan munculnya lumut saat musim kemarau datang. Ikan-ikan ini juga lebih banyak bermunculan saat awal bulan dibanding akhir bulan. 

Jika pengunjung mau bermalam di dekat pantai, anda bisa bermalam di hotel Herlois. Pengunjung juga dapat menikmati pantai-pantai lain yang berdekatan dengan Krakal, yaitu Baron, Kukup, dan Sundak. Untuk masuk ke objek wisata ini, dikenai biaya Rp 1.000,- untuk motor dan Rp 2.000,- untuk mobil.

47. PANTAI SADRANAN



Pantai, adalah tempat yang sangat cocok untuk berlibur atau refreshing dalam rangka menghilangkan penat atau kejenuhan dengan rutinitas sehari-hari. Di Gunungkidul, Yogyakarta ada banyak pantai yang didominasi dengan suasana pantai pasir putih. Dari ujung paling barat, pantai Parangendog yang berada di Kecamatan Purwosari, hingga pantai paling timur, pantai Krokoh kecamatan Girisubo. Dari sekian banyak pantai yang ada, hanya beberapa pantai yang didominasi oleh pasir putih, antara lain pantai Baron dan pantai Ngluwen. Sedangkan yang lainnya adalah pantai tebing karang. 

Beberapa pantai yang ada di Kabupaten tersebut kini menjadi primadona bagi wisatawan yaitu pantai Baron, Kukup, Kukup dan pantai Indrayanti, Pok Tunggal, dan Siung. Pantai – pantai tersebut merupakan pantai pasir. Baru – baru ini ada pantai yang menjadi idola baru bagi wisatawan, yaitu pantai Sadranan. Pantai sadranan terletak di kecamatan Tepus atau bersebelahan dengan pantai Sundak. Istimewanya, di pantai ini pengunjung tidak hanya di suguhkan dengan panorama alam pantai yang masih bersih dan sejuk. Di sini juga terdapat wahana baru bagi mereka yang tertantang dengan petualangan khas dari pantai ini. Wahana baru ini hanya di bandrol dengan harga Rp 50.000 saja. Lalu apa saja yang di tawarkan di pantai nan eksotis ini? 

Pantai sadranan adalah surga baru bagi para pecinta snorkeling. Di pantai ini terdapat sebuah tempat penyewaan yang menyediakan jasa snorkeling yang di beri nama ?Sadranan Snorkeling. Menurut pengelola, pantai ini menyimpan keindahan bawah laut yang masih alami dan sangat cocok bagi wisatawan yang tertarik untuk mengenal lebih dekat dunia bawah air, dan ingin berinteraksi langsung denngan penghuni bawah laut, seperti terumbu karang, ikan – ikan cantik yang langka serta di lindungi. Snorkeling ini tidak hanya kegiatan olahraga yang sangat menantang dan menarik, tapi juga merupakan kegiatan rohani seseorang untuk lebih mengenal dan mendekatkan diri dengan alam dan kepuasan merupakan jaminan yang di tawarkan di pantai ini. 

Bagi wisatawan yang ingin belajar snorkeling di pantai ini, tidak perlu khawatir tentang alat dan keamanan karena pengelola telah menyediakan persewaan peralatan snorkeling plus pemandu untuk mengajarkan teknik senorkeling sekaligus sebagai pemandu menuju spot-spot snorkeling terbaik. Harga sewa yang di tawarkan pun sangat fantastis, cukup dengan Rp 50.000/pax wisatawan sudah dapat alat snorkel berupa kacamata, selang, pelampung serta sepatu plus pemandu. Tarif ini berlaku untuk dua jam. Bagi pemula, sebelumnya akan di latih terlebih dahulu untuk menggunakan peralatan seperti mengunakan masker yang berfungsi untuk melihat dengan jelas keadaan bawah air dan menggunakan snorkel (pipa sebagai alat bernapas) dan memasang pelampung. Kemudian setelah itu pemula akan di ajari pula teknik bernapas di bawah air dengan menggunakan mulut atau bernapas melalui mulut, dan teknik dasar untuk mengapung agar tidak menginjak terumbu karang. Tujuan dari dari pelatihan ini adalah agar pada saat snorkeling, snorkeler sudah siap dan tidak panik apabila menghadapi beberapa masalah seperti lupa bernapas menggunakan mulut, dan untuk melihat kondisi sekitar. Tidak lupa juga, snorkeler akan di ajarkan juga cara menarik perhatian ikan ikan agar mau mendekat dan tidak takut saat didekati. 

Terdapat beberapa lokasi snorkeling yang menjadi spot favorit yang nantinya akan di tunjukkan oleh pemandu, diantaranya spot Watu pecah dan Kali Senggoro. Di dua spot ini snorkeler akan di suguhi dengan pemandangan biota laut yang asih alami. Terumbu karang yang mempesona dan spesies – spesies langka yang di lindungi seperti ikan Kepe – Kepe, Areng – Areng, Morish Idol, Botana Kuning (Yellow Tang), Botana Achilles, Ikan Lepu (Scorpion Fish), Kerondong (Belut Moray), anakan Kerapu, Belanak, Muniran/ Pajung Pari, ikan Buntal dan ikan Neon, dan lain-lain. 

Snorkeling lebih baik kalau di lakukan pada saat air laut mulai surut, yaitu pada saat pagi hari, tengah hari atau sore hari menjelang sunset. Pada waktu – waktu tersebut keadaan air menjadi lebih tenang dan tidak keruh karena aktivitas ombak. Pada saat itu juga ikan – ikan akan mulai berenang – renang. Nah, sembari berasik – asik di bawah permukaan air, wisatawan juga dapat mengabadikan petualangannya dengan berfoto yang akan di bantu oleh pemandu (untuk penyewaan alat dengan kelompok minimal lima orang akan mendapat bonus foto – foto gratis menggunakan kamera under water). Foto – foto itu dapat di minta soft-file-nya juga. 

Selain snorkeling, di pantai sadranan ini juga menyediakan layanan Rafting Wave, Surfing atau Selancar bagi wisatawan yang ingin mencoba tantangan lain. Rafting wave ini di lakukan dengan mengunakan tube atau ban karet sebagai sarana untuk mengapung. Aktifitas ini di bandrol dengn harga Rp 30.000/ pax dengan durasi waktu dua jam. Pada saat laut mulai pasang dan ombak mulai besar, petualangan pantai ini sangat cocok untuk di lakukan untuk memcu adrenalin. Peralatan yang di gunakan untuk Rafting Wave berupa ban karet dan pelampung. Tapi bagi wisatawan yang ingin bersntai di atas air menikmati matahari dan karang – karang di pinggir pantai, aktivitas ini juga bisa menjadi alternative. Kemudian untuk pecinta ombak besar dan petualang, pantai ini juga bisa menjadi solusinya. Karena pada saat pasang, ombak yang datang ke bibir pantai pun tinggi, jadi sangat asik untuk berselancar. Untuk dapat berselancar, pengunjung tidak perlu repot – repot membawa peralatannya, karena di pantai ini telah di sedikan penyewaan papan selancar dengan bandor harg Rp 100.000 dengan durasi satu jam. 

Bagi wisatawan rombongan atau sedang piknik keluarga, di pantai sadranan ini juga di sediakan wahana outbound. Tradisional, dan cinta Indonesia adalah cirri khas yang ditawarkan wahana ini. dengan bandrol harga Rp 60.000/ 6 set wisatawan dapat berbagi keceriaan dan kebersamaan di pantai sadranan ini. beberapa alat yang di sediakan antara lain: Bakiak, Karung Ghoni, Ember plastik, Tali tambang untuk adu kekuatan tarik tambang ala 17-an dn lain – lain. 

Selain bagi keluarga atau romongan, pantai ini juga sangat cocok untuk bulan madu bagi pasangan suami-istri. Bagi, pasangan suami – istri yang cinta akan keindahan alam dan ingin lebih dekat dengan alam, lokasi ini juga menyediakan penginapan yang berbentuk rumah panggung tradisional dengan bandrol harga mulai dari Rp 100.000/ malam yang lokasinya sangat dekat dengan bibir pantai. 

Untuk para pecinta alam, tempat ini juga sangat cocok untuk bermalam dan ber-camping dan api unggun. Di pantai ini, pengelola Sadranan Snorkeling juga menyediakan tenda dome bagi para wisatawan. Sewa dome di pantai ini di bandrol dengan harga Rp 50.000 selama 24 jam di lengkapi fasilitas karpet dan kapasitas empat orang untuk satu dome. 

Bagi wisatawan yang penasaran dan tertarik silahkan kunjungi dan nikmati pantai sadranan. Dan nikmati pula petualanganya.

48. PANTAI POK TUNGGAL



Kawasan Pantai Selatan Gunungkidul sudah banyak dikenal memiliki keindahan yang khas mulai dari ujung barat hingga ujung timur, salah satu pantai yang indah dan menjadi wisata baru yaitu Pantai Pok Tunggal, Tepus Gunungkidul. Pantai yang landai dengan pasir putihnya menawarkan berbagai keindahan bersama sanak keluarga, handai taulan dan teman-teman. 

Pemberian nama Pok Tunggal adalah pemberian warga setempat dikarenakan di area pantai ini terdapat sebuah pohon besar yang kini masih kokoh berdiri. Pohon inilah yang menjadi ciri khas dan menjadi keunikan tersendiri. Lebih lanjut lagi Puspitasari menjelaskan kepada kami, potensi yang dimiliki Pantai Pok Tunggal adalah pantai yang landai dengan pasir putih dapat digunakan untuk kegiatan olah raga pantai, mulai dari volley pantai, treking tebing, spektakuler sunset, makan malam romantis di tepi pantai, pesta ikan bakar dan lobster, menginap di pantai dengan tenda dan lain-lain. 

Tarif menginap di Pantai Pok Tunggal adalah Rp. 200.000/pax yang sudah termasul welcome drink, makan 2 kali untuk makan malam ikan bakar barbeque dan sarapan pagi,minum, snack, tenda, air bersih, toilet, parkir, keamanan dan pemandu wisata. 

Meskipun rute menuju pantai Pok Tunggal sedikit menantang karena jalan yang dilalui masih belum di aspal, namun pantai tersebut sudah mempunyai fasilitas parkir, toilet, warung makan dan mushola yang dikelola masyarakat setempat.

49. PANTAI WATU KODOK, INDAHNYA PASIR PUTIH 



Pasir Putih yang terhampar luas dengan bebatuan karang menjaga di sisi kanan kiri Pantai watu Kodok menjadi ciri khas dari pantai ini. Deburan ombak menjadi pasangan setia dari keindahan pantai ini. Watu Kodok atau Katak Batu merupakan pantai yang sejajar dengan pantai Baron, Kukup, dan Krakal. Keindahan pantai ini tidak kalah menarik dengan pantai-pantai yang sudah memiliki nama. 

Pasir putih dan bebatuan bukit karang menjadi ciri khas dari pantai ini, jalan masuk yang masih berupa conblok menjadikan pantai ini tidak mudah diakses oleh jenis transportasi besar. Tapi bagi teman-teman yang ingin merasakan keindahan pantai ini bukanlah halangan untuk menikmatinya. 

Sebagai pantai yang masih baru, keindahan pantai ini selayaknya di kelola dengan menghormati keseimbangan alam dan tidak terlalu mengeksploitasi secara berlebihan. Keunikan yang ada di pantai ini masyarakat sekitar memanfaatkan rumput laut untuk dikonsumsi secara pribadi dengan cara-cara pengolahan yang bijak sesuai kaidah alam. 

Akses menuju Pantai Kodok bisa dilalui melalui jalur Kota Yogyakarta menuju pusat kota Wonosari kemudian di lanjut mengikuti rute ke arah Pantai Baron, setelahnya itu masuk Pintu Gerbang Pantai Baron belok arah kanan mengikuti jalan yang menuju Pantai Indrayanti. Untuk memasuki pantai ini terdapat papan arah menuju Pantai Kodok di pinggir jalan.

50. PANTAI SEPANJANG



Pantai Sepanjang sesuai dengan namanya memiliki garis pantai yang terpanjang di antara pantai-pantai di daerah Gunungkidul. Hamparan luas pasir putih yang memanjang dari sisi barat ke timur yang di batasi dengan perbukitan batu karang yang kokoh tegak berdiri. Pantai yang segaris dengan Sundak – Kukup – Baron ini menawarkan keindahan Kuta Tempo Doeloe. Semoga keasliannya terjaga dan tidak menjadi eksploitasi untuk kepentingan sesaat. 

Masuk di area pantai Sepanjang, kita akan disambut dengan suara deburan ombak yang terus bernyanyi dengan ditingkahi suara angin pantai yang besar. Panasnya matahari tidak sebanding dengan keindahan batu-batu karang yang berada di bawah air serta bukit-bukit penjaga yang setia sepanang masa terhadap keindahan pasir putih pantai ini. 

Keindahan pantai ini tersibak ketika air laut surut, dengan bermunculnya ceruk-ceruk batu diantara belantara batu karang membentuk habitat aneka biota laut. Penduduk sekitar juga memanfaatkan air laut surut untuk mengambil beberapa rumput laut untuk dijadikan konsumsi pribadi maupun dijual setelah menjadi produk olahan. 

Layaknya bunga mawar, keindahan dan kecantikan Pantai Sepanjang memiliki senjata rahasia yang menjebak para pengunjung yang terlalu asyik bermain ketengah pantai ketika laut surut, karena karena di pantai Sepanjang terdapat ceruk yang dapat menjadi jebakan bagi mereka. Kunjungan ke Pantai Sepanjang akan ditutup dengan merekahnya senja di ufuk barat, ketika sang surya perlahan bersembunyi di balik kanan, memancarkan bias warna yang menakjubkan.

51. PANTAI SADENG, KEINDAHAN ALAM MUARA SUNGAI BENGAWAN SOLO KUNO



Sungai Bengawan Solo bermuara di Laut Jawa tepatnya di Kota Gresik menyimpan banyak sejarah yang melegenda salah satunya tokoh Joko Tingkir yang berhasil menaklukan buaya-buaya di sungai tersebut. Betapa melegendanya sungai Bengawan Solo tersebut hingga kita tidak banyak yang tahu mengenai serjarah purba sungai tersebut. Sebelum bermuara di Laut Jawa, sungai Bengawan Solo pernah bermuara di Laut Selatan Jawa tepatnya di Pantai Sadeng Gunung Kidul. 

Apa yang terjadi sehingga Bengawan Solo berpisah dengan Pantai Sadeng muara lamanya itu? Dan memilih mengembara hinggai pantai utara Jawa. Kejadian yang memisahkan Bengawan Solo dengan Pantai Sadeng terjadi sekitar lima juta tahun yang lalu, ketika proses geologi menggerakkan lempeng Australia sehingga terjadi benturan dengan lempeng Jawa. Akibat terjadinya benturan keras tersebut mengakibatkan lempeng Jawa bagian selatan permukaannya naik dan terciptalah garis pantai baru serta sebagian daratan menyembul dari dari dalam laut berbentuk tebing curam. 

Secara administratif Pantai Sadeng terletak di Desa Songbanyu, Kecamatan Girisuno, Gunung Kidul, DIY. Jarak tempuh sekitar 70 km dari kota Yogyakarta memakan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Perjalanan menuju Pantai Sadeng kita akan banyak sekali melihat pemandangan yang masih alami, bukit kapur yang memanjang membentuk aliran sungai. Sepanjang tepian sungai purba itu telah berganti menjadi lahan bertanam palawija oleh penduduk. Curah hujan yang cukup rendah setiap tahunnya menyebabkan petani di daerah sini lebih memilih menjadi petani palawija kalau pun ada yang menanam padi, mereka lebih memilih padi jenis gogorancah atau dewi sri yang bisa bertahan di lahan kering. Penduduk di sekitar Pantai Sadeng memiliki dua profesi sekaligus sebagai petani dan nelayan. 

Kawasan Pantai Sadeng dikembangkan menjadi pelabuhan nelayan pada tahun 1983. Cikal bakal pengembangan ini ditandai dengan kedatangan para nelayan dari daerah Gombong yang melihat potensi besar di pantai ini. Jauh sebelum kedatangan para nelayan dari Gombong, Pantai Sadeng pernah menjadi pelabuhan yang kemudian lama tidak aktif dikarenakan kepercayaan penduduk setempat yang melarang melaut. Larangan itu berkaitan dengan mitos Ratu Laut Selatan serta kepercayaan bahwa Pantai Sadeng adalah pantai yang wingit. 

Menurut kepercayaan masyarakat lokal, nama Sadeng itu bermula dari nama Sedeng yang berarti cukup. Jadi siapapun yang masuk ke Pantai Sadeng akan mampu bertahan dan tidak perlu untuk menjadi rakus atau tamak. Kearifan lokal inilah yang melatarbelakangi masyarakat sekitar untuk membuka kembali kawasan Pantai Sadeng menjadi pelabuhan ikan bagi para nelayan. Dengan memegang teguh kepercayaan tersebut, para nelayan di Pantai Sadeng tetap bisa hidup dengan berkecukupan dan saling menghargai satu dengan lainnya. 

Sebagai tempat kunjungan wisata, keindahan Pantai Sadeng tidak kalah unik dan khas dibandingkan dengan pantai selatan lainnya. Deburan ombak yang tinggi dikala air pasang, warna-warni biru hijau air pantai yang membentang luas dari dermaga hingga ujung pantai. Kesibukan para nelayan dan pemancing menjadi ciri khas kehidupan pantai ini. Perbukitan yang mengelilingi pantai ini menjadi sebuah tembok besar yang memancarkan keindaha dengan bebatuan karang yang ditumbuhi tumbuhan hijau. 

Perjalanan menuju Pantai Sadeng tidaklah sulit, berbagai angkutan telah tersedia mulai dari angkutan yang bersifat pribadi alias ojek sampai angkutan umum alias minibus. Dari pusat kota Wonosari kita langsung ke arah Semanu dilanjutkan ke Rongkop dan akhirnya kita mencapai kecamatan Girisubo, Pantai Sadeng. Kenyamanan perjalanan tidak perlu diragukan karena jalanan sudah diaspala dari Wonosari hingga ke Pantai Sadeng. Perjalanan dari Wonosari hingga Pantai Sadeng akan menjadi perjalanan penuh romantika, jalanan yang naik turun dengan selingan tikungan tajam dan perbukitan yang terus menjadi teman perjalanan sampai pada di titik akhir di Pantai Sadeng. 

Anda tertarik untuk berkunjung di Pantai Sadeng? Nah, nunggu apa lagi, gak pakai lama segerakan agenda liburan anda berikutnya untuk menikmati Pantai Sadeng.

52. PANTAI INDRAYANTI, PANTAI GUNUNG KIDUL RASA BALI



Pantai Indrayanti merupakan salah satu pantai yang berada di Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai yang terletak di Desa Tepus ini bersebelahan dengan Pantai Sundak. Pasir Putih membentang dari timur ke barat di Pantai Indrayanti. Selain pasir putih, para wisatawan sangat dimanjakan dengan keindahan dan kebersihan pantai ini. 

Menuju Pantai Indrayanti anda membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan dari Kota Yogyakarta. Dari Wonosari ada 2 jalan menuju pantai Indrayanti, pertama melalui jalur Selatan yang melewati Pantai Baron, Kukup, Krakal, Sundak dan ke timur sampai Pantai Indrayanti. Atau bisa melewati pertigaan dari Wonosari mengambil jalur ke kiri arah ke Pantai Sundak, Siung dan Wediombo. Jalan menuju lokasi Pantai sudah cukup baik tetapi harus berhati – hati karena medan yang naik turun melewati perbukitan sewu. Untuk sampai disana anda harus menggunakan kendaraan pribadi dikarenakan belum ada kendaraan umum yang melayani rute tersebut. 

Berbagai fasilitas disediakan di Pantai yang dikenal dengan fasilitas Jet Sky nya ini, diantaranya Gazebo, Restoran, Penginapan / Homestay , Mushola, Parkir yang luas serta para penjual makanan yang berjejer rapi di tepi pantai. Pantai ini cocok bagi anda yang ingin bermalam dan menikmati suasana malam di Pantai dengan merogoh kocek 350 ribu - 700 ribu per malam.

53. PANTAI WEDI OMBO, SURGA TERSEMBUNYI DIBALIK BUKIT TERJAL



Pantai Wedi ombo secara administratif masuk wilayah Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul. Pantai ini termasuk pantai yang ada di ujung timur wilayah Daerah istimewa Yogyakarta. Akses menuju pantai ini sangatlah mudah dijangkau setelah sebelumnya datang ke Pantai Siung. 

Pantai Wedi ombo ini memiliki kontur tanah yang lebih rendah dibandingkan daratan di sekitarnya. Beberapa puluh anak tangga menjadi akses awal kita untuk menikmati keindahan Wedi ombo. Sembari menapaki jalan turun kita bisa melihat hamparan ladang pertanian dan rumah penduduk yang berada di sekita pantai tidak ketinggalan pula vegetasi mangrove yang masih tersisa. Perbukitan yang curam dan terjal menjadikan kawasan Pantai Wediombo ini menjadi ajang bagi para pemancing untuk merasakan nikmatnya memancing diatas bukit. Kebiasaan dari penduduk setempat ini akhirnya menular kepada para mincing mania yang berada di luar daerah tersebut. 

Memancing di ketinggian bukit karang bukanlah hal yang mudah bagi para mancing mania. Menyusuri bibir pantai kea rah timur kemudian dilanjutkan naik turun karang di tepian pantai yang licin dan hempasan ombak besar. Tidak sampai disitu kemudian dilanjutkan naik ke atas bukit yang langsung berhadapan dengan samudra Indonesia yang luas serta dalam. 

Perjuangan besar dibayar tuntas dengan hasil yang memuaskan bagi para mancing mania di tempat tersebut. Ikan Cucut atau Panjo (dalam bahasa lokal) adalah hasil minimal yang akan didapat bagi para mancing mania. Ikan yang panjangnya setara dengan lengan manusia dewasa ini punya 2 jenis, yang berbentuk gilig (silinder) banyak ditemui pada musim kemarau, sementara yang gepeng (pipih) ditemui pada musim hujan dan biasanya para mancing mania menggunakan ikan teri sebagai umpan yang bisa didapatkan di tepian pantai. Mendapatkannya pun mudah tinggal lempar kail atau menebar jaring maka umpan bisa didapatkan. 

Di Pantai Wedi Ombo ini beberapa pemancing menjual ikan Panjo hasil tangkapannya dengan harga Rp. 3.000,-/ekor terkadang dijual perikat berisi 5-6 ekor ikan seharga Rp. 20.000,-. Tidak ketinggalan pula paket masakan menu Ikan Panjo goreng juga tersedia hanya Rp 7.000,00. Nasinya dihidangkan dalam bakul kecil, sementara sambalnya dalam cobek. Porsinya cukup banyak, bahkan untuk 2 orang. 

Tidak jauh berbeda dengan penduduk di pesisir pantai, penduduk sekitar Pantai Wedi Ombo melakukan upacara budaya yang sering disebut Ngalangi yang diadakan setahun sekali. Upacara ini mirip Labuhan Besar yang tujuan utamanya yaitu mengungkapkan rasa syukur pada Tuhan atas anugerah yang dilimpahkan dan memohon rejeki yang lebih baik untuk masa mendatang. Ngalangi atau menghalangi adalah prosesi penangkapan ikan dengan cara menggunakan gawar yang terbuat dari akar pohon wawar yang menjalar sebagai jaring yang dipancangkan dari bukit Kedungwok dan dihalau bersama-sama ke laut oleh masyarakat setempat. 

Setelah air surut, ikan-ikan diambil. Warga kemudian sibuk membersihkan dan memasak ikan tangkapan. Sebagian kecil ikan dilabuh lagi ke lautan bersama nasi dan sesaji. Sebagian besar lainnya dibagi sesuai dengan jumlah keluarga penduduk setempat dan diantar ke rumah-rumah warga. Acara mengantar ikan ke rumah- rumah warga ini sering disebut kendurian besar, wujud kearifan lokal bahwa semua ikan adalah rejeki bersama.

54. PANTAI SIUNG SURGA PARA PEMANJAT TEBING



Kawasan pantai yang indah dengan melalui medan yang naik turun disertai dengan tikungan tajam disertai perbukitan kapur yang menemani dalam perjalanan. Pantai Siung secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul termasuk wilayah terpencil. Radius 70 km dari Kota Yogyakarta. 

Jalur yang ditempuh melalui rute Yogyakarta-Wonosari berlanjut ke Wonosari-Baron dan Baron-Tepus adalah jalur utama yang paling mudah dilalui, jalan telah diaspal mulus dan sempurna. Untuk jalur lain yaitu Yogyakarta-Imogiri-Gunung Kidul lebih menantang karena banyak jalan yang berlubang. 

Batu karang yang terdapat di sebalah barat dan timur pantai tidak hanya sebagai pembatas dengan pantai yang lain. Karang-karang raksasa menjadi daya tarik yang utama dari kawasan Pantai Siung ini dan menjadi dasar penamaan pantai serta menjadi saksi kejayaan wilayah pantai di masa silam. Menurut warga setempat terdapat salah satu bukit karang yang menyerupai bentuk gigi kera atau Siung Wanara. Batu karang ini memiliki pemandangan yang sangat dramatis, perpaduan ombak besar yang menerpanya hingga setiap celahnya disusuri oleh air laut yang mengalir perlahan. 

Pantai Siung menjadi surga bagi para pemanjat tebing, sebanyak 250 jalur pemanjatan telah tersedia dan kemungkinan bisa ditambah. Banyak kelompok pemanjat tebing telah menggunakan jalur di pantai ini untuk mengasah kemampuannya. Saat malam atau kala sepi pengunjung, sekelompok kera ekor panjang akan turun dari puncak tebing karang menuju pantai. Kera ekor panjang yang kini makin langka masih banyak dijumpai di pantai ini. Keberadaan kera ekor panjang ini mungkin juga menjadi salah satu alasan mengapa batu karang yang menjadi dasar penamaan dipadankan bentuknya dengan gigi kera, bukan jenis hewan lainnya

55. PANTAI GLAGAH, SAKSI DAHSYATNYA OMBAK PANTAI SELATAN



Kontur tanah yang landai menjadi nilai tersendiri bagi keberadaan Pantai Glagah dibandingkan dengan pantai-pantai yang lain di wilayah DIY. Setiap mata bebas tanpa batas merentangkan pandangan ke seluruh kawasan pantai. Cakrawala yang panjang mempertemukan langit dan lautan ketika mata memandang kedepan. Bibir pantai yang berkelok memanjakan mata kita ketika merubah arah pandangan ke barat atau timur.Di pantai ini pengunjung dimanjakan dengan sejumlah lokasi dengan nuansa yang berbeda walau masih dalam satu kawasan. Setiap lokasi memberikan pandangan yang luas yang tidak terhalangi sama sekali oleh karang-karang raksasa yang menjulang tinggi. 

Kawasan Pantai Glagah terdapat laguna yang membagi dua lokasi, pertama lokasi yang masih ditumbuhi oleh beberapa tumbuhan pantai serta rerumputan, kedua lokasi gundukan pasir yang langsung berbatasan dengan lautan. Anda bisa menyeberang ke lokasi gundukan pasir melewati jalan penghubung yang terletak tak jauh dari muara sungai. 

Beragam fasilitas telah disediakan di kawasan pantai ini. Area motor cross yang terletak di pinggir pantai yang besar dan luas, serta jalan yang beraspal menghubungkan Pantai Glagah dengan pantai-pantai lain bisa dimanfaatkan sebagai arena bersepeda pantai (cruiser bicycle). Anda bahkan bisa menikmati fasilitas agrowisata pantai dengan mengunjungi perkebunan Kusumo Wanadri. Di sana, anda bisa mengamati proses budidaya beragam tanaman obat mujarab, seperti buah naga dan bunga roselle. Selain itu, anda juga bisa menyewa gethek, kano dan bebek dayung yang bisa digunakan untuk tur menyusuri laguna atau sekedar menyeberang lewat jembatan kayu menuju lokasi gundukan pasir di tepi pantai. 

Perjalanan ke pantai ini tak sesulit perjalanan menuju pantai di wilayah Gunung Kidul. Jalan-jalan yang dilalui cenderung datar dan tak banyak tanjakan sehingga anda bisa menempuhnya sambil bersantai. Lintasan menuju kota Purworejo itu juga menghubungkan Pantai Glagah dengan pantai-pantai lain di Kabupaten Kulon Progo. Jadi, sekali mengayuh dayung, dua tiga pulau terlampaui, anda bisa mengunjungi pantai-pantai lain setelahnya.

56. PANTAI DEPOK, NIKMATI SEAFOOD DI PINGGIR PANTAI



Keramaian Pantai Depok dimulai sekitar 14 tahun yang lalu, beberapa nelayan dari Cilacap menemukan tempat pendaratan yang memadai di Pantai Depok. Nelayan tersebut membawa hasil yang banyak sehingga mampu menggugah warga Pantai Depok beralih profesi dari petani lahan pasir menjadi nelayan ikan. Bermodal perahu motor yang dilengkapi dengan cadik warga setempat melaut sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari tertentu seperti Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon yang masih dianggap keramat. Bulan Juni-September menjadi hari paceklik ikan. 

Jarak yang tidak begitu jauh dari Pantai Parangtritis (1,5 kilometer) kawasan Pantai Depok mengalami peningkatan pengunjung, maka dibukalah warung makan sea food dengan nuansa tradisional dengan dirancang lesehan menggunakan tikar dan meja-meja kecil. Meski sederhana, warung makan tampak bersih dan nyaman. 

Berbagai hidangan sea food siap menyambut kedatangan wisatawan, hidangan ikan cakalang menjadi yang populer dikarenakan harga yang terjangkau Rp. 8.000,- per kilogram. Untuk jenis kakap putih dan merah berkisar dengan harga Rp. 17.000,- per kilogram – Rp. 25.000,- per kilogram. Jenis ikan yang cukup mahal adalah bawal, seharga Rp. 27.000,- sd Rp. 60.000,-. Hidangan sea food biasanya dimasak dengan dibakar atau digoreng. Jika ingin memesannya, anda bisa menuju tempat pelelangan ikan untuk memesan ikan atau tangkapan laut yang lain. Setelah itu, anda biasanya akan diantar menuju salah satu warung makan yang ada di pantai itu oleh salah seorang warga. Tak perlu khawatir akan harga mahal, setengah kilo ikan cakalang plus minuman hanya dijual Rp 22.000,00 termasuk jasa memasak. 

Keindahan kawasan Pantai Depok tidak hanya terletak pada sajian hidangan sea food saja. Di kawasan tersebut kita bisa melihat hamparan gumuk pasir yang terbentang luas sampai ke kawasan Parangkusumo dan Parangtritis. Gumuk pasir yang ada di pantai ini adalah satu-satunya di kawasan Asia Tenggara dan merupakan suatu fenomena yang jarang dijumpai di wilayah tropis. Di sini, anda bisa menikmati hamparan gumuk pasir yuang luas. Gumuk Pasir di kawasan Pantai Depok ini terbentuk melalui proses yang unik selama ribuan tahun yang lalu. Ada beberapa tipe yang terbentuk, yaitu parabolic dune, longitudinal dune, comb dune dan barchan dune. Angin laut dan bukit terjal di sebelah timur menerbangkan pasir hasil aktivitas Merapi yang terendap di dekat sungai menuju daratan, membentuk bukit pasir atau gumuk. 

Untuk menikmati hidangan laut sekaligus pemandangan gumuk pasir ini, anda bisa melalui rute yang sama dengan Parangtritis dari Yogyakarta. Setelah sampai di dekat pos retribusi Parangtritis, anda bisa berbelok ke kanan menuju Pantai Depok. Biaya masuk menuju Pantai Depok hanya Rp 4.000,00 untuk dua orang dan satu motor. Bila membawa mobil, anda dikenai biaya Rp 5.000,00 plus biaya perorangan.

57. PANTAI CONGOT, NUASA KHAS PANTAI NELAYAN



Kawasan Pantai Congot berlokasi tidak jauh dari kawasan Pantai Glagah. Kedua pantai itu berjarak sangat dekat dan dihubungkan oleh jalan beraspal halus yang bahkan cukup mudah ditempuh menggunakan sepeda. Terletak di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Pantai Congot menjadi pusat kegiatan warga sekitar yang menggantungkan hidup dengan mencari ikan. 

Aktivitas para nelayan menjadi pesona tersendiri bagi kawasan pantai ini. Sepanjang garis pantai pengunjung bisa melihat kegiatan masyarakat sekitar dan wisatawan lokal memuaskan kegemarannya memancing. Di tempat yang lain terdapat para nelayan menebarkan jalan di tepi pantai, membersihkan perahu dan menghancurkan cangkang ranjungan yang melekat di jala. Pagi hari menjadi saat yang tepat bagi pengunjung untuk melihat keramaian para nelayan dengan kegiatan sehari-harinya. Deru-deru mesin kapal melaju menebar jala menangkap ikan, dan menjelang siang kembali membawa hasil tangkapannya yang kemudian dibawa ke tempat pelelangan ikan di wilayah tersebut. 

Di kawasan Pantai Congot pengunjung bisa menikmati keindahan pemandangan muara Sungai Bogowonto, disepanjang tepian hilir sungai. Dari muara inilah Pantai Congot kaya beragam jenis ikan dalam jumlah yang cukup banyak. Untuk berkunjung ke Pantai Congot, anda tak perlu membayar biaya tambahan. Kunjungan ke pantai ini sudah termasuk dalam tiket wisata menuju Pantai Glagah. Letak Pantai Congot yang sangat dekat dengan Pantai Glagah tentu cukup menjadi alasan untuk mengunjunginya. Nuansa nelayan dan perikanan yang begitu kuat menjadikan pantai ini tetap memiliki kekhasan dan tak bisa begitu saja disamakan dengan Pantai Glagah.

58. PANTAI BARON, PERTEMUAN DRAMATIS DARATAN DAN LAUTAN



Pantai paling populer di Gunungkidul, karena pantai ini adalah pantai pertama yang akan ditemui jika mengunjungi gugusan kecup mesra laut dan daratan, simbol keelokan wisata pantai Gunungkidul. Jajaran Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Sepanjang, Pantai Krakal dan Pantai Sundak berderet di sana, memanjakan pengunjung akan keriuhan ombak pembawa kedamaian kalbu. 

Pantai Baron terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 20 km arah selatan kota Wonosari (40 km dari kota Yogyakarta). Pantai yang menjadi saksi pertemuan antara air laut dan air tawar, yang merupakan hasil dari sungai yang bermuara di satu sudut pantai baron, sebagai perlambang berpadunya dua hati meski dengan perbedaan latar belakang. 

Para wisatawan akan dimanjakan dengan keelokan desir angin yang mengantarkan ombak tuk bercumbu dengan hamparan pasir, begitu sabar menunggu datangnya sang kekasih. Hasil kekayaan Baron seperti udang besar (lobster), ikan bawal putih, kakap, tongkol pun siap memanjakan pengunjung, baik yang masih segar ataupun yang siap saji. Sebagai Rekomendasi, menu andalan di sini adalah Sop Kakap. 

Satu momen yang teramat sayang dilewatkan adalah Upacara Sedekah Laut yang diselenggarakan oleh masyarakat nelayan setempat setiap bulan suro dalam kalender jawa, sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil laut yang telah diberikan. 

Rute yang dilewati untuk mencapai Pantai Baron tidaklah susah, dari kota Yogyakarta kita menuju pusat kota Wonosari setelah itu kita melewati jalan Baron yang merupakan satu-satunya menuju ke pantai tersebut, Tidak usah bingung karena banyak papan penunjuk arah untuk mempermudah kita menuju pantai ini.

59. PANTAI NGRENEHAN, PASIR PUTIH, BATU KARANG, DAN SEAFOOD



Pantai ngrenehan, terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Berjarak sekitar 30km dari Wonosari atau sekitar 60km dari pusat kota Jogja. 

Masih belum banyak orang yang tau keberadaan pantai ini, karena letaknya yang tersembunyi, melewati jalan kecil yang meliuk dan berombak, dan masih belum terdapat sarana transportasi yang menuju langsung ke lokasi. 

Sama dengan Pantai Depok di Kabupaten Bantul,anda juga dapat menikmati sajian menu sea food di sini, karena di Pantai Ngrenehan juga terdapat Tempat Pelelangan Ikan, sehingga anda dapat langsung membeli aneka hasil laut yang masih segar. Dan untuk anda yang tidak mau repot masak sendiri, terdapat pula warung-warung makan yang menyediakan aneka makanan olahan hasil laut juga. Tak heran, karena di sekitar pantai ini terdapat kampung nelayan. 

Sembari menunggu masakan matang, anda bisa menikmati keindahan pantai ini, bermain-main di pasirnya yang putih, menikmati deburan ombak yang menabrak karang hingga memancing di batu-batu karang. Dan, anda juga dapat menikmati pantai ini dari ketinggian, yaitu dari sebuah bukit yang berada di samping pantai ini. 

Lokasi menuju Pantai Ngrenehan kita bisa ambil jalur dari kota Yogyakarta menuju kota Wonosari, setiba di lapangan Gading, belok arah Playen, Paliyan, kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Trowono. 

Rute Paliyan-Trowono merupakan rute yang sangat menarik bagi penyuka penjelajah. Rute ini kita melewati hutan Sodong dengan jalanan naik turun dengan panorama alami dimana sesekali kehadiran monyet kita temui sedang menyeberang jalan. 

Untuk memudahkan mencapai kedua pantai ini kita mengikuti papan petunjuk menuju Pantai Ngrenehan. Melewati mata air Namberan Trowono, kemudian di teruskan di Kanigoro, Saptosari. Tidak lama kemudian, ada pertigaan dengan papan penunjuk arah: ke kanan Pantai Ngobaran, dan ke kiri Pantai Ngrenehan. Ikutilah papan petunjuk tersebut, dan tibalah Anda di pantai eksotis ini.

60. PANTAI SUNDAK, PANTAI OASE GUNUNG KIDUL



Pantai Sundak masuk dalam kabupaten Gunungkidul, tepatnya di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Dusun Pule Gundes. Sundak berdempetan dengan pantai lain seperti Kukup, Krakal, Drini, dan Baron. Pantai yang satu ini memiliki keunikan dibanding pantai-pantai lain di Yogyakarta. Nama pantai ini misalnya. Sebelumnya pantai Sundak bernama Wedimbedah, yang artinya pasir terbelah. Ini karena saat musim hujan air dari daratan mengalir ke pantai dan membelah pasir pantai layaknya sungai kecil. Nama pantai kemudian diubah pada sekitar tahun 1976. Jika biasanya nama pantai diambil dari kondisi atau mitosnya, nama Sundak justru terkenal karena perkelahian dua hewan: asu (anjing) dan landak. Perkelahian ini bukan perkelahian mitos seperti yang melatari nama Surabaya, melainkan benar-benar terjadi. 

Awalnya anjing milik penduduk setempat bernama Arjasangku sedang berlarian sambil mencari makan di bibir pantai. Sampai kemudian si anjing menemukan landak di gua yang terbentuk dari batu karang, tak jauh dari pantai. Terjadilah perkelahian antara kedua hewan ini, hingga akhirnya anjing menang dan memangsa landak. Arjasangku yang melihat anjingnya keluar dari gua dengan membawa potongan tubuh landak segera memeriksa ke dalam gua. Pasalnya, selain heran dengan potongan yang dibawa anjingnya, ia juga bertanya-tanya kenapa ketika keluar dari gua anjingnya basah kuyup. Tak disangka, selain menemukan potongan tubuh landak, ia juga menemukan mata air. Kabar ditemukannya mata air ini pun segera menyebar karena penduduk sekitar Sundak selama ini memang hidup dalam kekeringan. Mulai saat itu nama Wedimbedah diganti Sundak, wisatawan yang berkunjung juga semakin ramai. 

Selain latar belakang namanya, kondisi alam Sundak juga menyuguhkan suasana istimewa. Tebing karang yang ada di sisi timur dan barat Sundak misalnya, bagus untuk dijadikan latar belakang foto. Hamparan pasir putih Sundak juga turut menambah keindahan pantai. Sekalipun garis pantainya tak begitu panjang, keindahan Sundak didukung dengan kebersihannya. Satu yang lebih istimewa lagi, ada karang-karang kecil yang menghampar sampai 30 meter dari bibir pantai. Karang-karang tersebut rata dan permukaannya tak kasar, malah terasa lembut di kaki. Ini karena karang-karang tersebut diselimuti tumbuhan-tumbuhan laut yang menyerupai rumput. 

Jika perut anda keroncongan, anda bisa mengunjungi warung-warung makan terdekat. Hampir semua warung-warung makan di Sundak menjual menu yang sama: ikan bakar, nasi rames, dan mie ayam. Cobalah makan di warung paling selatan yang menjorok ke bibir pantai. Menunya memang sama dengan yang lain, tapi anda bisa merasakan makan sambil menikmati pemandangan pantai dan semilir angin. 

Retribusi masuk ke Sundak seharga Rp. 2000 per orang. Ditambah biaya parkir Rp. 2000 untuk motor dan Rp 3000 untuk mobil jika anda membawa mobil pribadi. Jika anda naik kendaraan umum, anda bisa naik bus dari terminal Giwangan. Setelah perjalanan satu jam anda akan sampai di pasar Wonosari. Turun dan carilah bus kecil ke arah Pantai Baron atau Krakal. Setelah menumpang bus kecil tersebut selama 40 menit sampai satu jam anda akan sampai di Sundak. 

Selama ini, kebersihan pantai Sundak sangat dirawat oleh warga sekitar. Selain memiliki mata air, Sundak juga menghasilkan pemasukan dengan adanya kunjungan wisatawan. Wajar jika warga sekitar merawat dan membanggakan Sundak. Karena bagi penduduk sekitar yang sampai saat ini mengalami kekeringan, Sundak adalah sebuah oase.

61. PANTAI NGOBARAN SEKALIGUS BERWISATA SEJARAH DAN BUDAYA



Jika selama ini orang pergi ke pantai untuk menikmati keindahan alam yang ditawarkan, maka anda akan mendapatkan hal yang lebih dari itu jika berkunjung ke pantai Ngobaran. 

Di pantai yang berada di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, wisata budaya dan sejarah juga bisa pengunjung dapatkan. 

Ngobaran bukanlah pantai yang memiliki garis pantai yang panjang dengan hamparan pasir putih. Pantai ini berupa tebing yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. 

Tebing karst yang berdiri gagah berpadu dengan deburan ombak pantai selatan menghadirkan pemandangan yang cukup cantik. 

Jika air laut sedang surut, pengunjung bisa menyaksikan hamparan rumput laut (alga) yang juga tidak kalah eksotis. 

Daya tarik budaya dan sejarah, menjadikan Ngobaran begitu unik dan berbeda dari pantai lainnya di Kabupaten Gunungkidul. Di tepi tebing yang menghadap laut, terdapat bangunan menyerupai pura. 

Di area tersebut terdapat sejumlah patung dewa berwarna putih dan tokoh semar. Di sini pula terdapat prasasti yang menyebutkan komplek yang menyerupai pura tersebut dibangun sebagai pertanda bahwa pantai Ngobaran adalah lokasi moksanya Brawijaya V, keturunan Raja Majapahit. 

Dari cerita yang berkembang di tengah masyarakat setempat, pantai Ngobaran ini tempat pelarian Brawijaya V setelah kawasan Majapahit mulai dikuasai Islam. Ada beberapa versi cerita mengenai keberadaan Brawijaya V di Ngobaran. 

Konon saat lari dari Majapahit, di Ngobaran inilah Prabu Brawijaya V berpura-pura membakar diri. Langkah itu ditempuhnya karena Brawijaya V tidak mau berperang melawan anaknya sendiri, Raden Patah (Raja I Demak) yang telah memeluk Islam. 

Tetapi ada juga cerita yang mengatakan bahwa Prabu Brawijaya benar-benar membakar diri bersama seorang istri yang diajaknya pergi dari Majapahit. 

Selain komplek yang menyerupai pura, di sisi timurnya ada sebuah bangunan yang menyerupai candi. 

Selain itu ada juga bangunan masjid dan sebuah bangunan joglo, yang sering digunakan untuk menggelar ritual tertentu. 

Sebagai sebuah obyek wisata, fasilitas yang ada di Ngobaran cukup lengkap. Di sana terdapat beberapa tempat makan, kamar mandi/ toilet, dan parkiran yang luas. 

Untuk masuk ke Ngobaran setiap pengunjung dikenakan tarif Rp.5 ribu. Selain bisa menikmati Ngobaran, dengan tarif tersebut pengunjung juga bisa mendatangi pantai Ngrenehan dan Nguyahan.

62. PANTAI SAMAS 


Pantai Samas merupakan salah satu pantai yang berada di deretan pantai sebelah timur Pantai Parangtritis. Lokasi Pantai Samas kurang lebih 14 km arah selatan Kota Bantul atau sekitar 35 km dari pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. 

Pantai Samas terkenal dengan deburan ombaknya yang menggulung, angin lautnya yang kencang dan sebagai tempat persinggahan penyu-penyu langka seperti penyu sisik dan penyu hijau untuk bertelur. Selain itu, kawasan Pantai Samas juga memiliki delta-delta sungai dan danau air tawar yang membentuk telaga. Akan tetapi Pantai Samas memiliki bibir pantai agak curam sehingga berbahaya dan tidak disarankan untuk mandi di pantai. 

Meski pesona Pantai Samas sempat redup karena tertutup pantai-pantai baru di sekitarnya, namun kini Pantai Samas kembali hidup dengan adanya Pesona Pengklik Pantai Samas. Pesona Pengklik berada di sebelah timur Pantai Samas dan menjadi primadona baru Pantai Samas. 

Memanfaatkan keindahan laguna atau pertemuan dua sungai, pengelola mendirikan beberapa fasilitas tambahan seperti perahu, kuliner terapung, tempat memancing, gardu pandang, wahana bermain, tambak udang, dan beberapa fasilitas lainnya yang akan membuat betah para pengunjung. 

Pengunjung juga bisa menaiki perahu untuk berkeliling laguna Pantai Samas hanya dengan membayar Rp 10.000/orang. Jika sudah lelah berkeliling, pengunjung bisa beristirahat di gardu pandang yang berada di tengah kawasan Pantai Samas sambil menikmati berbagai jajanan dan kuliner Pantai Samas. 

Pantai Samas bisa dijangkau melalui dengan mengikuti jalan utama Jalan Bantul tanpa berbelok. Setelah melewati gapura retribusi Pantai Samas, ambil saja Jalan Jalur Lintas Selatan. Sampai di sisi timur sungai, pilih jalan kecil yang hanya bisa dilewati motor atau mobil. Sedangkan untuk kendaraan besar seperti bus, hanya bisa diparkir di pinggir Jalan Jalur Lintas Selatan.

63. PANTAI GOA CEMARA


Tiga dari lima kabupaten di Yogyakarta memiliki deretan wisata pantai selatan. Jika diperhatikan lebih jauh, ternyata ketiga kabupaten ini memiliki karakter pantainya masing-masing. Gunungkidul yang terkenal dengan pantai pasir putih dan pantai karang. Bantul dengan hamparan pasir hitam yang luas, dan Kulon progo dengan dermaga dan pemecah ombaknya. 

Berbicara mengenai pantai di Bantul, sebagian besar orang hanya mengenal Pantai Parangtritis, tapi cobalah sesekali menjelajah ke bagian barat Pantai Parangtritis. Akan banyak ditemui deretan pantai yang memiliki karakteristik berbeda dengan Parangtritis, contohnya Pantai Goa Cemara. 

Dari namanya sudah bisa dibayangkan akan banyak ditemui pohon cemara disini. Faktanya, Pantai Goa Cemara memang memiliki area hutan cemara yang sangat luas. Bahkan saking banyaknya pohon cemara disini sehingga membentuk seperti lorong cemara. 

Pemandangan pasir pantai dengan rimbunnya pohon cemara dan sinar matahari yang mengintip dari celah-celah dedaunan menjadi daya tarik sendiri para pecinta fotografi. Bahkan tidak jarang juga pasangan calon pengantin yang mengabadikan momen prewedding mereka disini. 

Selain hutan cemara, disini juga terdapat mercusuar setinggi kurang lebih 40 meter. Pengunjung bisa menaiki mercusuar ini namun dibatasi hanya dua orang per sesinya. Untuk menaiki mercusuar, pengunjung hanya membayar Rp 5000,- /2 orang saja untuk tiket masuk. Di atas mercusuar, pengunjung bisa menikmati keindahan pantai-pantai di sekitar goa cemara, hamparan hutan cemara di sepanjang pinggir pantai, dan tentu saja lautan biru yang terhampar luas. 

Fasilitas di Pantai Goa Cemara sudah standar seperti kamar mandi/toilet, mushola, area parkir dan warung-warung makan yang menyediakan jajanan maupun makanan berat seperti seafood dan mie lethek khas Bantul. 

Secara administratif, pantai ini berada di dusun Patehan, Desa Gandingsari, kecamatan Sanden, kab Bantul, Yogyakarya. Akses menuju pantai ini pun tidak begitu sulit dengan jalan full aspal sampai di bibir pantai. Perjalanan di mulai dari Kota Yogyakarta menuju ke kota bantul sampai di perempatan palbapang, ambil kanan. Lampu merah kedua ambil kiri, lurus sampai nanti menemukan papan arah menuju ke pantai goa cemara.

64. PANTAI SRUNI


Pantai seruni berada di Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul dan merupakan pantai kedua setelah Pantai Pok Tunggal yang dikembangkan oleh masyarakat Tepus. Sesuai namanya yang berarti Emas, Pantai Seruni merupakan salah satu tempat dimana masyarakat Tepus mencari rezeki. 

Pantai Seruni memiliki daya tarik utama berupa hamparan pasir putih dan air terjun yang jatuh dari tebing pinggir pantai. Namun untuk menyaksikan pemandangan air terjun tersebut, pengunjung disarankan datang pada saat musim hujan saat debit air cukup banyak dan deras. 

Kondisi Pantai Seruni masih sepi dan bersih karena masih belum banyak pengunjung yang mengetahui keberadaan pantai ini. Meski begitu, fasilitas seperti kamar mandi, warung makan, dan area parkir sudah memadai meskipun masih minim. 

Pada saat pasang, ombak Pantai Seruni cukup besar dan memenuhi sebagian area pasir pantai ini. pengunjung tidak diperkenankan untuk berenang di pantai karena cukup berbahaya. Pengunjung yang datang biasanya hanya bermain-main di pinggir pantai sembari menikmati keindahan Pantai Seruni dan berfoto ria. 

Karena bersebelahan dengan Pantai Pok Tunggal, rute menuju kesini pun sama dengan rute menuju Pok Tunggal. Dari pusat Yogyakarta, Pantai Seruni berjarak sekitar 70 km atau kurang lebih bisa ditempuh selama dua jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Sekitar setengah kilometer sebelum pantai akan menemui jalan tanah berbatu, ke arah kanan adalah Pantai Pok Tunggal, sedangkan arah kiri menuju Pantai Seruni. Dari sini sudah terlihat pemandangan laut dari kejauhan.

65. PANTAI BARU 


Memiliki karakteristik pantai yang sedikit berbeda dari pantai-pantai di Bantul, Pantai Baru Bantul bisa menjadi pilihan liburan bersama keluarga. Dengan keberadaan pohon cemara udang yang membuat teduh sepanjang bibir pantai cocok dijadikan lokasi piknik yang menyenangkan. Ditambah dengan pemandangan puluhan kincir angin sebagai pembangkit listrik utama di kawasan pantai tentu menambah keunikan Pantai Baru Bantul. 

Dibandingkan dengan Pantai Parangtritis, Pantai Baru memang belum terlalu dikenal orang. Tapi justru inilah yang menjadi daya tarik pantai ini karena belum banyaknya orang yang mengunjungi pantai ini sehingga lebih terasa lenggang untuk berpiknik. 

Pantai Baru berdekatan dengan Pantai Kuwaru dan merupakan bagian timur dari Pantai Pandansimo dengan akses parkir yang lebih mudah untuk bus-bus dan mobil berukuran besar. 

Sebelum memasuki kawasan Pantai Baru, terdapat hiu tutul dan patung harimau sebagai ikon Pantai Baru. Alasan harimau dijadikan symbol Pantai Baru karena salah satu keluarga keraton pernah melakukan pertapaan dan beliu didatangi oleh penampakan seekor harimau yang sangat besar. Sampai sekarang Pantai Baru terkenal dengan sebutan Pantai Pandan (pohon pandan) dan Simo (Harimau). 

Sedangkan ikon Hiu Tutul karena pada tahun 2012 terdapat hiu yang terdampar di Pantai Baru. Semenjak itu pengunjung yang datang ke Pantai Baru semakin meningkat hingga sekarang. 

Selain tempatnya yang teduh, fasilitas di Pantai Baru juga sudah memadai, diantaranya toilet, mushola, warung makan, tempat parkir luas, dan beberapa hiburan seperti kolam renang mini dan penyewaan ATV. 

Menuju Pantai Baru Bantul dari Kota Yogyakarta, Pojok Benteng Kulon ke selatan lurus lewat jalan Bantul – Jalan Samas sampai ketemu TPR (Tempat Pembayaran Retribusi) untuk membayar tiket masuk. Setelah melewati TPR nanti ada beberapa pantai berderet. Pantai Baru ini sejajar dengan Pantai Goa Cemara, Pantai Samas, dan Pantai Kwaru. 

Tiket masuk Pantai Baru Bantul Jogja : 

Untuk tiket masuk tempat wisata per orang:Rp. 4.000 

Tiket Parkir Bus: Rp. 15.000,- 

Tiket Parkir Minibus : Rp.10.000,- 

Tiket Parkir Mobil : Rp. 5000,- 

Tiket Parkir Motor : Rp. 2000,-

66. PANTAI KWARU


Pantai Kuwaru merupakan salah satu pantai yang belum lama ini dikembangkan menjadi obyek wisata di kabupaten Bantul. Keberadaannya cukup mendapat respon positif dari masyarakat dimana memiliki daya tarik berupa rerimbunan pohon cemara udang dan lengkapnya fasilitas pendukung wisata tepi pantai. Saat ini beberapa agen wisata memasukkannya sebagai wisata alternatif bagi wisatawan yang bosan berkunjung ke Pantai Parangtritis. 

Pantai Kuwaru yang terletak di dusun Poncosari, desa Poncosari, kecamatan Srandakan, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Lokasi Pantai Kuwaru berada di sebelah barat Pantai Samas Bantul. Cara termudah menuju ke Pantai Kuwaru dari pusat kota Yogyakarta dengan melewati Jalan Bantul hingga tiba di Palbapang Bantul. Pilihlah jalan ke arah Pantai Samas atau Jalan Pantas Samas hingga tiba di Jalur Lintas Selatan (JLS). Dari Jalur Lintas Selatan ikuti jalan ke arah barat hingga menemukan papan petunjuk arah ke Pantai Kuwaru. Pengunjung yang memasuki kawasan Pantai Kuwaru langsung diarahkan menuju area parkir yang disediakan oleh pengelola pantai.

Di dekat sekumpulan pohon cemara udang, terdapat beberapa fasilitas penunjang yang dibangun oleh penduduk setempat dan investor lokal seperti warung makan yang menyajikan hidangan laut, warung yang menjual bermacam-macam souvenir, kolam renang khusus anak-anak yang jumlahnya ada beberapa buah, kamar mandi untuk berbasuh setelah bermain ombak, kereta api mini, arena mandi bola, dan masih banyak lain. Fasilitas yang ada terbilang paling lengkap diantara pantai-pantai lain yang berada di wilayah kabupaten Bantul.

Persewaan ATV juga tidak ketinggalan disewakan untuk berkeliling di lokasi pantai, sama seperti di Pantai Parangtritis. Bila kita menyewa ATV, kita bisa berkeliling kawasan Pantai Kuwaru dari ujung barat ke ujung timur atau sebaliknya dengan melewati jalanan yang cukup rindang oleh tingginya pohon Cemara Udang. Keberadaan ATV terbilang cukup menarik meskipun kekurangannya tidak terdapat jalur khusus untuk kendaraan ATV dan menggunakan jalan bersama dengan para pejalanan kaki di kawasan Pantai Kuwaru. Antara pengunjung Pantai Kuwaru dan pengendara ATV harus berhati-hati agar tidak tertabrak atau menabrak yang mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Wisata kuliner makanan laut pun terbilang cukup lengkap dan hampir sama dengan kawasan wisata Pantai Depok. Namun sebelumnya kita tetap harus berhati-hati untuk menanyakan harga terlebih dahulu. Kami berkesimpulan Pantai Kuwaru memang cukup menarik dan cocok digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga pada khususnya dan semua kalangan pada umumnya. Fasilitas yang ada terbilang cukup lengkap daripada pantai-pantai lain. Pengelola Pantai Kuwaru beserta pemerintah daerah masih perlu membenahi beberapa permasalahan yang muncul agar kawasan ini tetap menarik dan terjaga lingkungannya.
WISATA TERPOPULER JOGJA YANG WAJIB DI KUNJUNGI Reviewed by fuad hasan on March 29, 2018 Rating: 5

No comments:

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.